Perwakilan pimpinan partai politik Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. -- Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Perwakilan pimpinan partai politik Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. -- Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi Resmi Bubar

Pemilu pilpres 2019
Kautsar Widya Prabowo • 28 Juni 2019 20:16
Jakarta: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara resmi dibubarkan. Hal tersebut usai dilakukannya pertemuan internal dengan lima pengurus partai politik pengusung siang tadi.
 
"Tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai, oleh karena itu sejak hari ini beliau (Prabowo Subianto) menyampaikan terima kasih dan koalisi Adil dan Makmur selesai, begitu juga dengan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, selesai," ucap Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani di Media Center BPN 02, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Muzani menegaskan keputusan tersebut diambil Prabowo usai mengetahui hasil Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan secara final tidak mengabulkan dalil-dalil tim kuasa hukum BPN 02 secara menyeluruh. Keputusan tersebut dianggap sebagai hal yang mengikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Demokrat: Koalisi Prabowo-Sandi Tamat
 
Untuk langkah kedepannya, Prabowo melalui Muzani telah memberikan kewenangan sepenuhnya kepada masing-masing partai politik. Apakah akan berlabuh kepada kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau tetap menjadi kubu oposisi.
 
"Tentu semua partai memiliki pertimbangan dan jalan pikir yang tentu saja tidak bisa kita intervensi satu sama lain. Oleh karena itu beliau menghormati semua dan mempersilahkan parpol untuk mengambil keputusan parpolnya masing-masing," ucapnya.
 
Lebih lanjut, pihaknya menekankan komunikasi yang sudah terjalin selama kurang lebih 10 bulan ini tidak serta merta ikut diakhiri. Sehingga diharapkan masih ada satu wadah atau forum yang masih dapat mengawal jalannya pemerintahan kedepan.
 
"Maka disepakati harus memelihara komunikasi dalam sebuah forum, meski itu informal yakini caffe morning, atau kalkus yang akan terus menjadi forum komunikasi bagi partai yang pernah mengusung pasangan calon Prabowo-Sandi, termasuk para relawan yang mendukung Prabowo-Sandi," tuturnya.
 
Baca juga: Kekuatan Prabowo Diyakini Melemah
 
Prabowo pun berkeinginan janji politik yang sempat dilontarkan selama masa kampanye dapat dituangkan melalui pihak-pihak oposisi yang berada di parlemen.
 
"Karena kita merasa langkah perjuangan akan terus dilakukan pada masa-masa mendatang, beliau juga mengatakan bagaimana kerja sama di kalangan parlemen dan kerjasama di forum politik lainnya," pungkasnya.
 
Konferensi pers pengumunan ini dihadiri oleh Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno, Sekjen Partai Berkerja Prio Budisantoso, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.
 
Sementara itu, dalam pertemuan internal dengan jajaran partai pengusung di kediaman Prabowo Subianto, tidak tampak dihadiri Sandiaga Uno. Pasalnya Sandi tengah merayakan ulang tahunnya ke-50.
 
Pada pukul 19.23 WIB Prabowo tampak meninggalkan kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Ia pun menyempatkan menyapa pendukungnya dari atas mobil berwarna putih selama tiga menit.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif