Prabowo Subianto berpelukan dengan Andi Arief--Antara/Hafidz Mubarak A
Prabowo Subianto berpelukan dengan Andi Arief--Antara/Hafidz Mubarak A

Terkuburnya Tagar Sampai Kicauan Setan Gundul

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
K. Yudha Wirakusuma, Arga sumantri, Whisnu Mardiansyah • 08 Mei 2019 14:29
Jakarta: Hinggar bingar. Begitu lah sedikit gambaran peta politik pasca-pencoblosan. Ekskalasi politik begitu cepat bergulir. Banyak yang terlewat momentum, ada juga yang berusaha memanfaatkannya.
 
Yang mengejutkan, ketika Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengubur tanda pagar #2019GantiPresiden. "Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Sekarang apalagi, sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal," kata Mardani di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Mardani adalah penggagas gerakan #2019GantiPresiden pada 2018 lalu. Gerakan tersebut digagas dari media sosial dan besar sebelum Prabowo Subianto resmi mencalonkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: #2019GantiPresiden Tutup Buku
 
Pesan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu seolah-olah menarasikan BPN 'melempar handuk'. Kendati Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid buru-buru mengoreksi. Dia mengatakan, pernyataan Mardani soal gerakan "2019 Ganti Presiden" tutup buku dipelintir.
 
Menurut Hidayat, Mardani sebagai wakil ketua BPN memahami bahwa wacana ganti presiden tidak lagi dibicarakan pada 2019. Tapi 2019 Prabowo Presiden. "Dalam posisi kami ya ganti Presiden Jokowi siapa lagi kalau bukan Pak Prabowo," tambah dia.
Terkuburnya Tagar Sampai Kicauan Setan Gundul
Deklarasi akbar #2019GantiPresiden di Taman Aspirasi Monas - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
 
Belum Habis soal diharamnya #2019GantiPresiden, 'drama' lainnya muncul. Kali ini pemeran utamanya adalah Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief dengan narasi berjudul 'setan gundul'. Sosok setan gundul didefinisikan sebagai pembisik yang memberikan informasi sesat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.
 
Setan Gundul dianggap sebagai kelompok yang memberikan masukan sesat kepada Prabowo Subianto, tentang kemenangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan total suara mencapai 62 persen.
 
"Gerakan rakyat itu hancur lebur karena setan gundul memberi info sesat 02 menang 62 persen. Tidak ada people power berbasis hoak,"demikian kicauan Andi i dalam akun Twitternya @AndiArief_ pada Senin, 6 Mei 2019.
 
Dalam kicauan selanjutnya, Andi mengatakan Partai Demokrat tak menginginkan kelompok setan gundul berada di koalisi adil makmur.
 
"Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat. jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak hianati rakyat," ucapnya dalam kicauan berikutnya.
 
Kicauan mantan aktivis 98 membuat anggota koalisi adil makmur bereaksi. Mereka ramai-ramai meminta Andi Arief menjabarkan sosok setan gundul.
 
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai Andi Arief memiliki kewajiban menjelaskan kepada publik kelompok yang dimaksud sebagai 'setan gundul'. Ia juga meminta Andi menyetop hal-hal yang bersifat kontroversi.
 
"Menurut saya dalam konteks koalisi, lebih arif kalau masalah-masalah yang kontroverisal itu selesaikanlah di dalam, klarifikasi di dalam," ungkapnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
 
Sementara, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyesalkan pernyataan Andi Arief. Sebab, istilah setan gundul membuat persepsi orang makin liar.
 
Ia melihat, saat ini banyak spekulasi berkembang terkait sebutan 'setan gundul'. Sementara, Andi Arief tidak kunjung mengklarifikasi. Sehingga isu ini dipandang Sandi seperti bola liar.
 
Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pasang badan. Melindungi teman satu partainya, dengan mengatakan, Prabowo-Sandi, paham betul siapa yang memberikan data terkait kemenangan 62 persen itu.
 
"Sekarang yang paling tahu adalah Pak Prabowo dan Bang Sandi karena Andi Arief pun saya yakin enggak tahu siapa 'setan gundul' itu," kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Menurut dia, 'setan gundul' adalah julukan Andi Arief pada pemberi data kemenangan kepada pasangan calon nomor urut 02. Ini bukan berarti Andi mengetahui siapa sosok pemasok data tersebut, apalagi jika dikaitkan dengan malam deklarasi kemenangan Prabowo.
 
Sedikit banyak, peta politik pasca-pencoblosan berubah dengan dua manuver Mardani Ali Sera dan Andi Arief. Pembacaaan politik sederhana mengartikan, adanya keretakan koalisi pengusung Prabowo-Sandi. Namun, politik tetap politik belum tentu apa yang di permukaaan linier dengan yang di dasarnya. Kita nantikan drama-drama selanjutnya, sampai menunggu Komisi Penmilihan Umum (KPU) mengetuk palu, mengumumkan siapa pemenang Pilpres 2019, 22 Mei mendatang.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif