Jakarta: Tim Kampanya Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempertanyakan kritik kubu lawan atas program calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dianggap rajin mengkritik namun tak mampu 'melawan' program petahana.
"Pemaparan mengenai program tiga kartu sakti Jokowi ini sudah sangat jelas dibandingkan dengan kubu oposisi yang cenderung masih wacana di awang-awang," ujar juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Irma Chaniago di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.
Program tak konkret, kata dia, seperti janji penyediaan lapangan kerja yang diusung Prabowo-Sandi. Sebab hal itu tidak diikuti penjelasan rinci tentang cara mencapainya dan berapa sasarannya.
"Kalau Jokowi sudah jelas menciptakan 10,3 juta lapangan pekerjaan. Tahapannya juga jelas untuk meningkatkan kemampuan dari lulusan SMA/SMK dan universitas yang baru lulus. Kalau kubu sebelah apa langkah konkretnya," ujar Irma.
Baca juga:
KPU Minta Tafsir ke MK Soal Penghitungan Suara
Politisi NasDem ini menyayangkan kritik yang diberikan oleh kubu oposisi terhadap program kartu sakti Jokowi. Sebab sebagai penantang, kompetitor harusnya bisa lebih unggul dari segi gagasan.
"Menurut kami seharusnya BPN bisa lebih concern terhadap program kerja yang akan mereka lakukan kedepannya, bukan sibuk mengkritik petahana," tandasnya.
Untuk diketahui, berbagai kritik dan pernyataan terus dilontarkan oleh kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Program Kartu Sakti yang diusung oleh pasangan nomor urut 01 Joko Widodo KH Maruf Amin, dianggap hanya janji.
Contohnya yang diungkapkan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menyindir ucapan capres petahana Jokowi soal program janji Kartu Pra Kerja.
Jokowi sebelumnya bilang penerima program ini nantinya bukan pengangguran. Menurut Dahnil, pernyataan Jokowi membuat masyarakat semakin bingung.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((MEL))