Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

BSSN Membentengi KPU dari Serangan Siber

Pemilu pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 26 Maret 2019 12:59
Jakarta: Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Indonesia siap membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengamankan serangan siber jelang Pemilu 2019. Hal ini sudah menjadi tugas BSSN sebagai lembaga keamanan menjaga serangan siber.
 
"BSSN sebagai lembaga pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin dan mengupayakan semua sumber daya. Dan menurut Perpres (Peraturan Presiden) BSSN mengonsolidasikan sumber daya dan unsur keamanan siber," kata Plt Deputi Bidang Proteksi BSSN Agung Nugraha di Kantor BSSN, Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa 26 Maret 2019.
 
BSSN tidak menempik adanya serangan siber yang ingin mengacaukan pemilu. Salah satu yang paling banyak, kata Agung, adalah penyebaran hoaks dari media sosial. Untuk itu, setiap upaya pertahanan perlu diperhitungkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BSSN akan mengerahkan itu semua untuk mengamankan KPU dan mengaman pemilu kita supaya berjalan aman dan bermartabat," ujar Agung.
 
Agung mengatakan pihaknya tidak perlu menunggu perintah untuk mengamankan serangan siber jelang pemilu. BSSN sudah sejak beberapa bulan lalu memantau memproteksi KPU dari serangan siber.
 
"Kami secara intensif membantu KPU untuk terus meningkatkan sistem proteksinya," ucap Agung.
 
BSSN tidak sendiri. Sistem proteksi yang akan dikerjakan bukan hanya dari BSSN, tetapi juga penyedia jasa telekomunikasi ikut membantu. Semua itu, kata Agung, demi keamanan pemilu di Indonesia.
 
"Kemudian asosiasi penyelenggara jasa internet di Indonesia, sebagai contoh itu kami lakukan semua prinsipnya Indonesia ini sangat rentan terhadap serangan," tutur Agung.
 
Baca: KPU Antisipasi Serangan Siber
 
Di sisi lain, Ketua KPU Arief Budiman sudah mengantisipasi adanya serangan siber yang menyasar situsnya dengan menggandeng sejumlah pihak untuk mengamankan situs tersebut. Pihaknya sudah menangani permasalahan itu.
 
Soal serangan siber yang sempat menyasar situs KPU, menurut Arief sudah dapat ditangani. Serangan siber yang sempat terjadi, kata dia, sampai mencoba masuk sistem induk KPU, tetapi semua bisa diatasi.
 
Arief meminta masyarakat tak khawatir. Namun, masyarakat harus paham jika hasil resmi pemilu ditetapkan berdasarkan berita acara manual yang dikumpulkan berjenjang mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai direkap di tingkat nasional.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif