Diskusi bertajuk
Diskusi bertajuk "Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda? di Jakarta - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Survei Litbang Kompas Diklaim Akurat

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 26 Maret 2019 18:51
Jakarta: Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas tak ambil pusing atas penilaian surveinya. Litbang Kompas berkukuh menjaga komitmen akurasi dari survei tersebut.
 
"Menurut kami masih cukup akurat. Sebetulnya kami kaget. Tapi sebetulnya angka kami masih di batas margin of error lembaga survei yang lain," kata Peneliti Litbang Kompas Toto Suryaningtyas dalam diskusi bertajuk "Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda?" di Jakarta Pusat, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Toto yakin survei tersebut tak berbeda jauh dengan hasil jajak pendapat lembaga lain jika digabung dengan margin of error. Salah satunya, hasil survei dari Charta Politika, dengan margin of error lebih kurang 2,19 persen

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Survei lembaga itu merinci Joko Widodo-Ma'ruf Amin punya elektabilitas sebesar 53,6 persen, dan Prabowo-Sandi sebesar 35,4 persen. Jika dikorelasikan dengan margin of error, elektabilitas Jokowi-Maruf menjadi 51,41 persen.
 
Di Litbang Kompas, kata Toto, margin of error di presentase 2,2 persen. Artinya, dari poin 49,2 persen untuk petahana, meningkat jadi 51,4 persen.
 
"Kalau dibandingkan dengan yang lain kami sebetulnya tidak beda jauh," ujarnya.
 
(Baca: Litbang Kompas Prediksi Suara Jokowi 56%)
 
Dia menjelaskan dalam survei pihaknya menggunakan lebih banyak responden pada Maret 2019. Jumlah tersebut cenderung meningkat dibandingkan survei Litbang Kompas pada Oktober 2018. Dia optimistis dengan akurasi survei tersebut.
 
"Survei kami yang kedua (Maret) ini jumlahnya 2 ribu, yang lalu 1.200. Jadi selisih 800. Dari komposisi ini saja, kami merasa survei kami yang terbaru lebih kuat bila. Maret daripada yang Oktober," kata dia.
 
Survei Litbang Kompas membeberkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 49,2 persen. Sementara untuk penantang, responden survei hanya memberi porsi 37,4 persen. Kedua paslon hanya terpaut 11,8 persen dalam survei itu.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif