Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga (tengah). Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga (tengah). Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Kampanye Senyap Demokrat Bukan untuk Prabowo

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Akmal Fauzi • 08 November 2018 18:59
Jakarta: Langkah Partai Demokrat yang menyebut melakukan kampanye senyap dinilai janggal. Kampanye senyap dinilai sebagai strategi Partai Demokrat untuk bergerak memenangkan pemilihan legislatif agar lolos ambang batas, bukan Pilpres 2019 dengan mengampanyekan Prabowo Subianto.
 
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan, kampanye senyap adalah strategi politik Partai Demokrat untuk menyelamatkan diri di Pemilu 2019.
 
"Demokrat itu senyap untuk menyelamatkan partainya, jadi bukan untuk Pak Prabowo, jadi senyap untuk partainya. Jadi saling senyap-senyapan," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus
 
Arya yakin Partai Demokrat tidak banyak berkontribusi dalam pemenangan Prabowo-Sandi. Menurutnya, strategi senyap Demokrat pernah dilakukan di Pilpres 2014 yang tidak ikut kontestasi.
 
“Fakta di lapangan mengatakan bahwa Demokrat tidak ikut pertarungan Pilpres (2014). Tapi senyap juga, parlemennya senyap juga, menurun kursinya," ujarnya.
 
Sebelumnya, Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mesin partai bekerja keras mengampanyekan Prabowo-Sandiaga. SBY keliling daerah untuk berkampanye senyap untuk Pileg dan Pilpres 2019.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi