Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kebangsaan dalam kegiatan Muslimah Bersatu Untuk Indonesia di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kebangsaan dalam kegiatan Muslimah Bersatu Untuk Indonesia di Istora Senayan, kompleks GBK, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Ma'ruf: Semoga Doa Neno Warisman Tak Mabrur

Pemilu pilpres 2019 aksi 212 Jokowi-Ma`ruf
Arga sumantri • 26 Februari 2019 13:56
Kuningan: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai puisi Neno Warisman berpotensi meresahkan masyarakat. Ia berharap publik tak terprovokasi akibat doa berbalut puisi yang dibacakan saat Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, itu.
 
"Jangan sampai masyarakat terprovokasi, mudah-mudahan doanya (Neno) tidak mabrur," kata Ma'ruf saat menghadiri istigasah dan selawat kubro di Lapangan Dipati Ewangga Windusengkahan, Kuningan, pada Selasa, 26 Februari 2019.
 
Ma'ruf menilai doa yang dipanjatkan Neno Warisman tak layak dibacakan di muka umum. Terlebih, doa Neno juga tak tepat dibacakan dalam kondisi kekinian Indonesia yang sedang tidak berperang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Niat Munajat 212 Tercoreng
 
Bagi Ma'ruf, doa Neno mirip doa Nabi Muhammad yang dipanjatkan saat perang Badar. Ketika itu, umat muslim hendak bertempur habis-habisan dan tengah kalah jumlah dengan kaum kafir. Ma'ruf menegaskan, piplres berbeda dengan perang Badar.
 
"Perang badar itu antara Islam dan kafir. Itu perang hidup mati membela agama. Pilpres itu cari pemimpin terbaik. Pilpres tak sama dengan perang Badar," tegas Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
 
Mantan Rais Aam PBNU itu menyayangkan sikap Neno yang seolah mengklaim kelompoknya paling islami. Sedangkan, kelompok Joko Widodo-Ma'ruf Amin dianggap lawan umat muslim alias kafir. Hal ini, kata dia, tak etis.
 
Baca juga:Doa Neno Dinilai tak Masuk Akal
 
"Mereka menahbiskan kelompok mereka Islam dan kelompok Jokowi-Amin sebagai kafir. Doa itu tak layak dan tidak pantas," ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.
 
Puisi Neno Warisman yang dibacakan saat acara malam Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Februari 2019 menuai kontroversi. Puisi Neno dinilai telah mendahului ketentuan Tuhan dan menghakimi keagamaan seseorang.
 
Dalam salah satu bait puisi, Neno menyebutkan 'Jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu'. Kata itu dibaca banyak pihak kalau pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak ada yang beragama.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif