Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

PAN Dinilai Rugi Jika Bertahan Bersama Prabowo Subianto

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 30 April 2019 13:01
Jakarta: Keluar dari barisan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai pilihan realistis bagi Partai Amanat Nasional (PAN). Hasil Pilpres 2019 membuktikan PAN tidak mendapatkan efek elektoral dari Prabowo-Sandi.
 
"Mereka (PAN) menyatakan Pemilu berakhir sejak 17 April kemarin. Mereka sudah tidak relevan lagi dikait-kaitkan (koalisi Prabowo). Semua partai sekarang termasuk PAN mencari teman baru menjalin komunikasi. Jadi yang disebutkan oleh PAN suatu sikap politik," kata Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti saat dihubungi Medcom.id, Selasa 30 April 2019.
 
Menurut Ray, PAN merasa jalinan komunikasi mereka dengan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak terlalu menguntungkan. Dilihat dari aspek elektoral dan aspek peranan mereka di koalisi yang kurang mendominasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam hasil hitung cepat berbagai lembaga survei suara PAN menurun dari pemilu sebelumnya. Meskipun masih lolos ambang batas parlemen. Menurut Ray, suara PAN masih terselamatkan dari pemilih dari kalangan Muhammadiyah.
 
Baca juga:Manuver PAN Diacungi Jempol
 
"Pertama dari aspek karakter elektoral mereka kehilangan suara dari aspek lain mereka juga kurang menonjol dalam koalisi. Apalagi kemarin melakukan quick count mereka juga tidak mendapat keuntungan," jelas Ray.
 
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyatakan komitmen partainya dalam Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya sampai pemilihan presiden. Selepas itu, PAN bebas menentukan arah politik.
 
"Pada dasarnya memang komitmen kami di tim kampanye Prabowo Sandi atau di pencalonan Prabowo-Sandi ini memang hanya sampai pencalonan presiden," ujar Bara dalam diskusi di Jakarta, Senin 29 April 2019.
 
Bara mengatakan langkah yang diambil harus sesuai kepentingan partai. Selain itu juga kontribusi partai terhadap bangsa.
 
"Setelah itu kami bebas dengan otoritas penuh untuk menentukan langkah berikutnya. Bagi PAN tentu saja sesuai dengan kepentingan partai," jelas Bara.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif