Peneliti Royal Netherlands Institute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) Ward Berenschot - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Peneliti Royal Netherlands Institute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) Ward Berenschot - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Politik Indonesia Mirip Amerika 80 Tahun Lalu

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 08 April 2019 13:16
Jakarta: Peneliti Royal Netherlands Institute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) Ward Berenschot menyebut Indonesia harus mencontoh Amerika untuk membuat partai politik kuat. Dia menyebut kondisi politik Indonesia saat ini sama dengan Amerika 80 tahun lalu.
 
Persamaan yang dimaksud Ward adalah maraknya politik uang di partai politik untuk mendapatkan uang. Jika mencontoh Amerika, lanjutnya, Indonesia bisa bersih dari praktik kotor tersebut.
 
"Tapi di sana (Amerika) kelihatannya politik di sana dihentikan karena ketertarikan akan bisnis dan kemudian dihentikan karena meminta uang untuk politik," kata Ward di ITS Tower, Jakarta Selatan, Senin, 8 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amerika berhasil menghentikan kebiasaan politik uang di kalangan partai. Saat ini, kata Ward, partai politik di Amerika sudah menjadi kuat dan bisa diandalkan masyarakat.
 
Namun, hal itu tidak mudah. Ward menyebut berbagai lembaga butuh bekerja keras termasuk media untuk mempublikasi setiap kejahatan politik uang.
 
(Baca juga:Politik Uang masih Jadi Strategi Caleg)
 
"Salah satu jalur untuk keluar dari money politic adalah upaya besar untuk diperhatikan oleh banyak pihak termasuk politikus, media, LSM," ujar Ward.
 
Sejalan dengan Ward, Professor dari Australian National University Edward Aspinall mengatakan permainan uang dalam politik di Indonesia sudah sangat akut. Kebiasaan itu berefek lemahnya partai politik.
 
Saking lemahnya, Edward menyebut karisma partai kalah ketimbang perorangan. Tak jarang, lanjutnya, partai politik 'mengambil' orang ternama menjelang masa pemilihan.
 
"Sistem pilkada di mana yang diuntungkan adalah calon individual secara perorang bukan karena mereka punya basis yang kuat di dalam partai," ujar Edward.
 
Edward menilai partai politik di Indonesia belum berhasil. Hal ini karena kebiasaan politik uang yang terlalu kompleks. Jika partai politik terus begini Indonesia tidak aman mencapai tujuannya.
 
"Untuk membangun sistem demokratik yang lebih sehat yang bisa mendorong ekonomi berhasil yang bisa mengantarkan politik proklamasi memang politik yang kuat adalah persyaratan," ucap Edward.
 
(Baca juga:31 Kasus Politik Uang Jadi Prioritas)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif