Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat tiba untuk menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara--MI/Ramdani
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat tiba untuk menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara--MI/Ramdani

Kuda-kuda AHY

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Antara, Dheri Agriesta, K. Yudha Wirakusuma • 06 Mei 2019 13:18
Jakarta: Di tengah-tengah masa menunggu pengumuman pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, peta politik kian riuh. Ada soal klaim kemenangan sepihak kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, kritik pemilu serentak, hingga Ijtimak Ulama III.
 
Sebagian memilih mengalihkan pandangan. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan mengawalinya dengan lebih realistis.
 
Tak berselang lama, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuat kejutan. Ia datang bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas undangan langsung Istana Negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Toyota Land Cruiser Berpelat nomor B 2024 AHY terparkir di Kompleks Istana Presiden, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Menerka B 2024 AHY
 
Ada banyak makna yang tersirat dari pelat nomor tersebut. Salah satunya Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Dia mengartikan bahwa pelat tersebut adalah harapan, agar di 2024 Demokrat kembali menjadi pemenang pemilu.
 
Hal berbeda disampaikan Deputi Media Kogasma, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Yayasan AHY, Ni Putu Caosa Indryani. Dia mengatakan mobil tersebut milik Yayasan AHY atau AHY Foundation.
 
Penggunaan pelat nomor khusus itu hanya untuk memudahkan dalam mengingat kendaraan yang dimiliki oleh Yayasan AHY. Ia juga menjelaskan makna 2024 dan 2045 adalah tahun AHY, sebagai pendiri Yayasan, akan memulai program "SDM Indonesia Emas" untuk mempersiapkan manusia-manusia unggul Indonesia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kecintaan pada NKRI. Dimulai 2024 dan diakhiri pada milestone pertama 2045.
 
Pertemuan empat mata
 
Politik memang kerap bersayap. Ada beragam makna dalam setiap simbolnya. Selain soal pelat nomor, hal lain yang mencuri perhatian adalah pertemuan Jokowi dan AHY selama 30 menit.
 
Tak ada pesan jelas yang terlontar dari mulut AHY usai pertemuan. Hanya dua poin yang disampaikan. Diundang presiden dan gagasan untuk mewujudkan demokrasi Indonesia yang semakin baik.
 
“Tentunya kita harus terus melakukan tukar pikiran dan juga saling memberikan masukan yang baik dan positif," kata Agus usai bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Baca: Pertemuan Jokowi-AHY Dianggap Pemanasan
 
Slonong boy
 
AHY dianggap tanpa permisi bertemu dengan “sang rival”. Sikap one man show AHY dan Jokowi dianggap bersifat pribadi dan tidak membawa nama insitusi partai. "Kami menghormati pertemuan itu." kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.
 
Pengarah Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Daulay, menilai komunikasi dua tokoh itu pun dinilai tak ada yang istimewa. "Saya melihat pertemuan itu dalam konteks politik kebangsaan," ucap Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Menurut Daulay, imbauan AHY agar seluruh pihak menghormati pemilu, konteksnya adalah hasil pemilu yang dilaksanakan secara jujur dan adil. Daulay pun menegaskan koalisi oposisi belum goyah dan akan terus berjalan.
 
Kacamata TKN
 
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tak mempersalahkan pertemuan tersebut. Belum ada keputusan apa pun dalam pertemuan tersebut.
 
Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong mengatakan pihaknya membuka ruang komunikasi dengan seluruh partai politik. Termasuk, dengan mereka yang berbeda koalisi.
 
“Kalau koalisi kan barangkali nanti setelah setelah pengumuman. Kalau belum ada pengumuman resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) itu kan dari sisi etika barangkali tidak pas juga," kata Usman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Investasi politik
 
AHY menanggalkan statusnya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat mayor serta jabatan Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning pada 2017. Ia bertarung di Pilkada DKI bersama Sylviana Murni. Namun, pasangan nomor urut satu ini tersisih di putaran pertama. Agus-Sylviana hanya beroleh suara 17,06 persen.
 
Setelah itu mereka memutuskan untuk tidak memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat ataupun Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
 
Pascakekalahan, AHY pun berkonsentrasi di Partai Demokrat. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sibuk dengan aktivitas politik. Sesekali menyapa masyarakat.
 
Masuk bursa cawapres
 
Hasil survei Cyrus Network, Kamis, 19 April 2018 menempatkan AHY menjadi cawapres tertinggi dengan 15,0 persen. Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto mengatakan responden memilih ketua Kogasma Partai Demokrat tersebut dari 20 nama lainnya yang disurvei.
 
Ciamiknya elektabilitas AHY ternyata tak mempu mengantarkannya menjadi pendamping Prabowo Subinato. Koalisi Adil Makmur memilih Sandiaga Uno sebagai pendamping Prabowo.
 
Segala macam pengalaman politik AHY menjadi investasi besar di masa ke depan. Bisa jadi saat ini AHY tengah menempatkan kuda-kuda untuk 2024.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif