Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Johnny G Plate. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Johnny G Plate. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Rekonsiliasi Sosial dan Politik Diharapkan Segera Dilakukan

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 27 Juni 2019 14:13
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate berharap rekonsiliasi segera dilakukan pascasidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Setidaknya, ada dua rekonsiliasi yang perlu segera berlangsung.
 
"Pertama rekonsiliasi sosial. Akibat hoaks dan fitnah yang mengakibatkan masyarakat terbelah. Sekarang waktunya untuk merekatkan kembali, agar move on," ujar Johnny saat Live Chat Medcom.id, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Dalam rekonsiliasi pertama, diharapkan pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto dapat menjadi panutan. Masyarakat perlu melihat hal ini sebagai simbol persatuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa ada kontestasi dahsyat tapi pemimpin mampu bersilaturahmi," ujar Johnny.
 
Adapun rekonsiliasi kedua, yakni perekatan kembali unsur politik. Menurut dia rekonsiliasi politik untuk menunjukkan peran pemenang yang cerdas dan yang kalah secara terhormat kendati tidak semua pihak bisa masuk ke pemerintahan.
 
"Kalau semua masuk ke kabinet, lalu untuk apa kontestasi yang panjang ini," ujar dia.
 
Baca juga:Hakim Menerima Perbaikan Kubu Prabowo
 
Menurut Johnny, pihak penantang perlu tetap eksis agar efektif. Peran mereka merupakan aspek check and balances atas kinerja pemerintahan.
 
Ia memberi contoh, Koalisi Indonesia Kerja sudah diisi sepuluh partai dengan pembagian lima di kabinet dan sisanya di parlemen. Konfigurasi ini dianggap sudah pas.
 
"Tapi ada rekonsiliasi nonkabinet juga. Kita ada kerja sama politik di DPR sesuai tugas pokok dan fungsi. Di MPR juga," kata dia.
 
Pihak yang berada di luar koalisi, tambahnya, bisa menempati posisi tersebut. Intinya, rekonsiliasi wajib membawa dampak yang konstruktif ke pemerintahan.
 
"Kita enggak bisa (maju) kalau stabilitas politik tak stabil. Dalam rangka stabilitas politik yang baik lah ini semua dilalui. Dan kita harus bersatu, move on sebagai bangsa, karena tak hanya pertarungan di pilpres, tapi pertarungan antarbangsa," pungkasnya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif