Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

KTP-el WNA Harus Punya Izin Tinggal

Pemilu e-ktp pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 27 Februari 2019 14:54
Jakarta: Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh memastikan warga negara asing yang ingin memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik harus punya izin tinggal tetap. Hal itu menjadi salah satu syarat wajib pengajuan KTP-el.
 
"Harus punya izin tinggal tetap atau green card seperti di Amerika Serikat," kata Zudan di Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Dia mengatakan izin tersebut diterbitkan oleh imigrasi. Selanjutnya WNA dipersilakan datang ke Dinas Dukcapil setempat untuk mengurus KTP-el.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Izin tinggal ini juga jangka waktunya terbatas, bukan seumur hidup. Selain itu, masa berlaku KTP-el WNA itu akan tergantung dengan izin tinggal tetapnya.
 
"Kalau sudah memiliki izin tinggal tetap, tinggal datang ke Dinas Dukcapil. Nanti yang bersangkutan harus punya alamat di Indonesia," kata Zudan.
 
Baca juga; WNA Memenuhi Syarat Dapat KTP-el
 
Zudan mengatakan jika WNA mengajukan pembuatan KTP-el di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, misalnya, nomor induk akan disesuaikan dengan alamat tinggal selama di Indonesia. Dengan format kode dua digit Provinsi Jawa Barat, dua digit kabupaten, dan dua digit kecamatan, dan empat kode terakhir merupakan kode cetak.
 
Di sisi lain, KTP-el WNA juga mencantumkan negara asal pemiliknya. Hal tersebut, kata dia, untuk mencegah agar WNA tersebut tidak bisa mencoblos pada Pemilu 2019 nanti.
 
"KTP-el untuk WNA nyata dituliskan nyata ada unsur warga negara asing, misalnya orang Malaysia, orang India, orang Arab, itu ditulis dalam KTP el sehingga kalau dibawa ke TPS (tempat pemungutan suara), kalau dibaca KTP, oh ini WNA," jelas dia.
 
Baca juga: Data KTP-el Warga Tiongkok Salah Input
 
Lebih lanjut, KTP-el milik WNA sangat mudah untuk dibedakan dengan KTP el WNI. Masyarakat tak perlu khawatir akan isu WNA pemilik KTP el akan memilih pada Pemilu 2019. Proses pembuatan selanjutnya termasuk hasil cetak KTP el WNA relatif sama dengan kepemilikan KTP el warga negara Indonesia.
 
"Pembedanya adalah di warga negara yang ditulis negara asalnya, masa berlaku tidak seumur hidup, dan di dalam penulisan kolomnya menggunakan bahasa asing. Sudah jelas juga WNA itu tidak bisa memilih dalam Pemilu," jelas Zudan.
 
Sebelumnya, KTP-el Chen viral di dunia maya. NIK yang digunakan Chen terdata dalam DPT Pemilu 2019 atas nama Bahar. Kemendagri meyakini kesalahan data e-KTP milik Bahar. NIK yang tertera di KTP-el milik Bahar merupakan NIK milik Guohuin Chen.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif