Pengungsi gempa dan tsunami mengurus KTP-Elektronik di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palu. Foto: MI/Ramdani.
Pengungsi gempa dan tsunami mengurus KTP-Elektronik di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palu. Foto: MI/Ramdani.

Data KTP-el Warga Tiongkok Salah Input

Pemilu e-ktp
Ilham Pratama Putra • 27 Februari 2019 13:08
Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan ada kesalahan input data pada KTP elektronik warga Tiongkok, Guohuin Chen. Hal ini menyebabkan dia masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).
 
"NIK (nomor induk kependudukan) Chen asli, KTP Chen asli, yang keliru adalah, data Chen inputnya data Bahar," kata Zudan di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Untuk menghindari kesalahan input, Zimdam meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan basis data kependudukan dukcapil. KPU diminta tak lagi. Namun Zundan memaklumi kesalahan ini. Pasalnya, kesalahan NIK akan mudah dicek lewat tanggal lahir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini salahnya tanggal lahir ada 6, maka langsung akan kelihatan bila dicocokan dengan NIK dengan tanggal lahir di NIK-nya. Sementara, 4 digit terakhir merupakan kode otomatis penerbitannnya," jelas Zudan.
 
Zudan meminta masyarakat tak khawatir warga negara asing (WNA) pemilik KTP-el bakal menggunakannya di Pemilu 2019. Pasalnya, di KTP-el WNA tercantum jelas kewarganegaraan pemilik KTP.
 
"Pembedanya adalah di warga negara yang ditulis negara asalnya, masa berlaku tidak seumur hidup, dan di dalam penulisan kolomnya menggunakan bahasa asing. Sudah jelas juga WNA itu tidak bisa memilih dalam pemilu," pungkas dia.
 
Baca: WNA Memenuhi Syarat Dapat KTP-el
 
Di sisi lain, KTP-el hanya diberikan kepada WNA yang memenuhi sejumlah syarat. Pemberian KTP-el ini diatur Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2003 tentang Administrasi Kependudukan.
 
Mereka harus memiliki izin tinggal tetap dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Izin tinggal ini memiliki jangka waktunya terbatas, bukan seumur hidup. Masa berlaku KTP-el WNA akan tergantung dengan izin tinggal tetapnya.
 
Sebelumnya, KTP-el Chen viral di dunia maya. NIK yang digunakan Chen terdata dalam DPT Pemilu 2019 atas nama Bahar. Kemendagri meyakini kesalahan data e-KTP milik Bahar. NIK yang tertera di KTP-el milik Bahar merupakan NIK milik Guohuin Chen.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif