Pereli senior, Rifat Sungkar, membagikan sejumlah tips sederhana agar konsumsi bahan bakar kendaraan bisa lebih efisien. Menurut dia, ada dua faktor utama yang memengaruhi tingkat konsumsi BBM, yakni kondisi kendaraan serta perilaku pengemudi saat berkendara.
1. Pastikan Mesin dalam Kondisi Optimal
Rifat menjelaskan performa mesin memiliki peran besar dalam menentukan apakah konsumsi bahan bakar menjadi boros atau efisien. Mesin yang berada dalam kondisi prima akan bekerja lebih efektif dibandingkan mesin yang performanya menurun.“Paling menentukan adalah putaran mesin. Kalau mesin dalam kondisi capek, konsumsi bensin pasti berbeda,” kata Rifat melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
BRIN Dorong Standarisasi Steker Motor Listrik
Untuk menjaga performa mobil tetap optimal, ia menyarankan pengendara agar melakukan perawatan secara berkala. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan pelumas yang sesuai spesifikasi, servis injektor secara rutin, memastikan filter bahan bakar dalam kondisi bersih, serta menjaga sistem pengapian seperti busi.
“Mobil modern itu walau sudah canggih tetap membutuhkan perawatan agar tetap berada di titik optimal,” ujarnya.
2. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Selain kondisi kendaraan, perilaku pengemudi juga menjadi faktor penting yang memengaruhi konsumsi bahan bakar. Menurut Rifat, gaya berkendara agresif seperti sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dapat membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.“Kalau nyetirnya nempel mobil depan, rem-gas terus, itu pasti boros,” jelas Rifat.
Ia menyarankan pengemudi untuk mengadopsi gaya berkendara yang lebih halus dan mengalir (flowing). Selain itu, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga dapat membantu mengurangi frekuensi pengereman dan akselerasi yang tidak perlu.
Baca Juga:
ETLE Handheld Generasi Baru, Bisa Cetak Bukti Pelanggaran di Tempat
“Lalu tetap menjaga jarak aman dan hindari gaya berkendara stop-and-go yang terlalu sering. Itu semua dapat membantu kita menghemat BBM secara signifikan.”
3. Jaga RPM Tetap Rendah
Rifat juga menekankan pentingnya menjaga putaran mesin atau revolutions per minute (RPM) pada level rendah dengan kecepatan yang tetap optimal. Menurutnya, semakin tinggi tenaga yang dikeluarkan mesin, maka semakin besar pula energi yang digunakan.“Prinsipnya bukan gaspol. Tapi bagaimana kecepatan itu setinggi mungkin di RPM serendah mungkin,” ujarnya.
Untuk kendaraan dengan transmisi otomatis, ia menjelaskan bahwa sistem gearbox umumnya sudah dirancang untuk menemukan titik efisiensi terbaik secara otomatis. Pengemudi juga dapat memanfaatkan mode berkendara seperti “eco mode” yang tersedia pada beberapa kendaraan modern.
4. Gunakan Gigi Secara Tepat pada Mobil Manual
Bagi kendaraan dengan transmisi manual, prinsip efisiensi yang sama tetap berlaku. Pengemudi disarankan menggunakan gigi yang lebih tinggi dengan putaran mesin yang lebih rendah.Menurut Rifat, kebiasaan menahan gigi rendah pada RPM tinggi justru akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat. “Kalau mau efisien, jangan pertahankan gigi rendah di RPM tinggi. Harus ada penyesuaian,” kata Rifat.
Baca Juga:
Ternyata Ada, Mobil Listrik Paling Murah 2026 Mulai Rp60 Jutaan
5. Ubah Pola Pikir Berkendara
Lebih jauh, Rifat menilai efisiensi bahan bakar juga berkaitan dengan pola pikir pengemudi saat berkendara. Ia menekankan bahwa pengemudi perlu memahami bahwa efisiensi energi berarti sedikit mengorbankan performa demi penggunaan bahan bakar yang lebih hemat.Dengan kombinasi perawatan kendaraan yang tepat dan gaya berkendara yang lebih bijak, efisiensi bahan bakar dinilai bukan hal yang sulit untuk dicapai. Selain membantu mengurangi pengeluaran, langkah sederhana tersebut juga dapat berkontribusi pada penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News