United E-Motor hadir di IIMS 2025. United E-Motor
United E-Motor hadir di IIMS 2025. United E-Motor

BRIN Dorong Standarisasi Steker Motor Listrik

Ekawan Raharja • 06 April 2026 15:00
Ringkasnya gini..
  • BRIN mendorong standarisasi steker pengisian kendaraan listrik roda dua untuk mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia.
  • Standar plug dan socket diperlukan agar ekosistem pengisian daya kompatibel dan investasi infrastruktur meningkat.
  • BRIN juga mengembangkan prototipe fast charging SONIK R2 yang mampu mengisi baterai motor listrik hingga 20 menit.
DKI Jakarta: Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eka Rakhman Priandana, mendorong adanya standarisasi steker dan soket (plug and socket) untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik roda dua di Indonesia.
 
Menurut Eka, salah satu hambatan utama dalam pengembangan kendaraan listrik, baik secara global maupun di Indonesia, adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Selain itu, harga baterai yang masih tinggi dan kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh atau range anxiety juga menjadi faktor yang memperlambat adopsi teknologi ini.
 
"Di Indonesia, tantangan tersebut diperparah oleh masih terbatasnya investasi pada infrastruktur penukaran baterai maupun pengisian cepat," kata Eka dikutip dari Antara.

Model Battery Swapping Hadapi Tantangan

Eka menilai model bisnis battery swapping yang saat ini mulai berkembang juga menghadapi sejumlah kendala. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan investasi yang cukup besar serta skema pembagian keuntungan dengan penyedia listrik.

Baca Juga:
Daftar Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026


Di sisi lain, perkembangan teknologi kendaraan listrik roda dua mulai bergeser ke arah penggunaan baterai tertanam dengan kapasitas lebih besar atau long range. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap infrastruktur fast charging menjadi semakin penting.

"Interoperabilitas menjadi kunci. Tanpa standar plug dan socket yang seragam, ekosistem pengisian daya tidak akan berkembang optimal," kata Eka.

BRIN Inisiasi Standar Nasional Steker Kendaraan Listrik

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BRIN menginisiasi pengembangan standar nasional Indonesia (SNI) untuk steker dan soket pengisian cepat kendaraan listrik roda dua. Desain standar tersebut mengacu pada standar internasional IEC 62196-6, namun disesuaikan dengan karakteristik penggunaan di Indonesia.
 
Standardisasi ini diharapkan memberikan sejumlah manfaat strategis, mulai dari meningkatkan kompatibilitas antar perangkat hingga mendorong investasi pada infrastruktur pengisian kendaraan listrik. "Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan produsen kendaraan untuk berinovasi tanpa harus menyeragamkan desain baterai," ujarnya.

BRIN Kembangkan Prototipe Fast Charging SONIK R2

Selain pengembangan standar, BRIN juga mengembangkan prototipe stasiun pengisian cepat untuk kendaraan listrik roda dua bernama SONIK R2. Teknologi ini memiliki kapasitas pengisian hingga 6,6 kW dan mampu mempercepat proses pengisian baterai secara signifikan. Bahkan, pengisian baterai berbasis LiFePO4 dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20 menit.

Baca Juga:
Estimasi Pajak Toyota Innova Reborn Berdasarkan Tahun Produksi


Dalam sistem ini, proses pengisian memanfaatkan teknologi electric vehicle charge controller (EVCC) yang berfungsi menjembatani berbagai protokol komunikasi baterai dari beragam produsen. Dengan sistem tersebut, kendaraan dari berbagai merek tetap dapat menggunakan infrastruktur pengisian yang sama tanpa kendala kompatibilitas.
 
Saat ini, usulan standar steker dan soket tersebut sedang dibahas bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui komite teknis terkait. BRIN juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kementerian, asosiasi industri, serta mitra swasta untuk mempercepat implementasinya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan