Enea Bastiannini membuktikan kepiawaiannya dalam mengirit penggunaan ban di MotoGP Inggris. FO
Enea Bastiannini membuktikan kepiawaiannya dalam mengirit penggunaan ban di MotoGP Inggris. FO

Pandai Atur Ban, Faktor Utama Bestia Superior di MotoGP Inggris

Ahmad Garuda • 08 Agustus 2022 18:34
Pembalap Tim Gresini MotoGP yang didukung Federal OilTM, Enea Bastianini berhasil bikin bangga para pendukungnya dengan meraih posisi empat pada seri MotoGP di Inggris (7/8/2022). Start dari posisi 8, Ducati Desmosedici GP21 bernomor 23 miliknya melesat ke pembalap rombongan terdepan. Finis di posisi empat dengan 13 poin, langsung membuat posisinya pada persaingan titel juara dunia MotoGP 2022 naik satu peringkat ke posisi empat.
 
Federal OilTM Brand General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), Rommy Averdy Saat mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, Enea Bastianini sangat mengesankan di MotoGP Inggris. “Meski mengawali balapan di posisi yang kurang menguntungkan, dan juga kehilangan winglet sebelah kiri, namun di pertengahan balapan performa motor, serta penerapan strategi ban membuatnya berhasil finis di posisi empat.”
 
“Hasil baik yang diperoleh Enea membuat dirinya bisa kembali ke persaingan titel Juara Dunia MotoGP 2022. Tentunya ini menjadi penyemangat bagi tim dan pembalap dalam memahami pengembangan yang dilakukan oleh Ducati. Sedangkan bagi Diggia, ini bisa menjadi pengalaman untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuannya selama musim 2022, sehingga dapat tampil konsisten dan mampu menunjukkan kemampuannya untuk dapat bersaing dengan pembalap lain di garis depan,” jelas Rommy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca Juga:
GR Yaris AP4 Melesat Di Toba Rally 2022

 
Enea berkomentar usai balapan, “Pada awal balapan sangat sulit memahami dalam mengendarai motor tanpa sayap, tapi di pertengahan membuat balapan kian seru. Posisi empat merupakan hasil yang bagus, tapi nyaris raih podium dan ini sulit untuk diungkapkan.”
 
Pembalap bernomor 23 ini menyatakan bahwa kerja keras tim berbuah hasil dengan performa motor yang baik dan mudah menyalip pembalap lain. “Paling penting adalah bisa meraih posisi tertinggi dan kita bisa. Kami sedang berevolusi seperti pokemon dan tak lama lagi hasil terbaik akan terus berlanjut” tegasnya.
 
Sementara itu Diggia yang finis posisi 22 menyatakan bahwa balapan kali ini akan dilupakan. “Kami mempertaruhkan semua dan mengecewakan. Kami terkendala sepanjang pekan untuk mendapatkan cengkeraman ban belakang. Bahkan hingga sesi pemanasan, memilih kompon keras ternyata bukan pilihan positif. Lebih baik melupakan dan fokus ke seri berikutnya di Austria,” ujarnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif