Suasana Mukernas Pertina. (Foto: Istimewa)
Suasana Mukernas Pertina. (Foto: Istimewa)

Musyawarah Kerja Nasional Pertina Amburadul

Olahraga tinju
Kautsar Halim • 12 November 2020 23:12

 
Penetapan tempat wisata yang terkenal dengan binatang Komodo itu mendapat kritikan tajam dari peserta yang menginginkan pelaksanaan di Jabodetabek. Sebab, mereka menganggap ada dua suara yang dianggap tidak sah, yakni Pengrov Pertina Lampung dan Pengrov Pertina Maluku. 
 
"Saat voting, salah satu pengurus Pengprov Pertina  Lampung waktu dihubungi tidak menetapkan karena tidak ada mandat dari ketua umumnya tetapi oleh mereka tetap ditulis mejadi Labuan Bajo. Harusnya kan absen," kata Sekretaris Pengprov Pertina Banten, Warta Ginting usai Mukernas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengprov Pertina Maluku punya dua surat mandat. Pertama, surat mandat yang ditandatangani oleh ketua harian dan yang kedua ditandatangani oleh ketua. Setelah diselidiki, yang ditandatangani ketua hanya di scan. Jadi, mandat itu sudah dipastikan tidak benar apalagi kita tahu bahwa ketuanya tidak berada di Maluku," tegasnya.
 
Dia juga mengungkapkan adanya kesalahan fatal yang dilakukan dalam voting. Jumlah suara yang ada, yakni 35 dengan rincian 34 Pengprov Pertina ditambah dengan Ketua Umum PP Pertina, Jhony Asadoma. Tetapi, jumlah suara menjadi 34 setelah Pengprov Sulawesi Tengah (Sulteng) hanya sebagai peninjau karena belum punya Surat Keputusan. 
 
"Artinya Jhony Asadoma dalam hal ini sebagai ketua Pertina memberikan dua suara ke Labuan Bajo saat kedudukan (penghitungan suara) menjadi 17-17 dan kembali memberikan suara saat memutuskan. Masalah ini kita akan laporan kepada KONI Pusat," tandasnya.
 
 
 
(KAH)
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif