Sanggoe Bicara Peluang Timnas Skateboard di Asian Games 2018
Sanggoe Dharma Tanjung. (Foto: Medcom.id / Kautsar Halim)
Jakarta: Atlet cabang olahraga skateboard nomor street, Sanggoe Dharma Tanjung menyebut Jepang sebagai lawan terberat di Asian Games 2018 nanti. Kendati demikian, ia menuturkan beberapa hal positif yang telah dicapainya selama persiapan.

Sanggoe merupakan satu dari enam atlet skateboard yang tergabung dalam pelatnas Pengurus Besar Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PB Perserosi). Persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk berlatih ke Amerika Serikat pada bulan April silam.

Sanggoe menuturkan, di sisa waktu yang tinggal sedikit sebelum dimulainya Asian Games, fokus utamanya adalah membenahi trik yang belum begitu lancar ia kuasai. Namun, ia yakin bisa berbicara banyak di kompetisi nanti.


"Enggak ada (kendala) sih sejauh ini. Kompetisi sama latihan itu kan beda, jadi harus percaya diri saja," ujar Sanggoe saat ditemui di BSD Xtreme Park, Tangerang.

"Sudah satu bulan saya berlatih di sini (Tangerang - BSD Xtreme Park), lalu sebelumnya bulan April selama satu bulan juga di Amerika Serikat. Saya sih latihan setiap hari, melancarkan trik baru, intinya fokus saja," sambungnya.

Remaja berusia 16 tahun kelahiran Batam itu memang telah mengikuti banyak kompetisi baik lokal mau pun internasional. Pengalaman yang Sanggoe miliki menjadi modal tersendiri buat dirinya mengusung target medali emas di Palembang bulan ini.
Baginya, ada kebanggaan tersendiri ketika mewakili Indonesia di sebuah kompetisi ketimbang saat mengikuti sebuah lomba dengan membawa nama sendiri atau sponsor yang menaunginya.

"Beda ya. Saat membawa nama negara sendiri tentu ada rasa bangga. Kalau soal tekanan saya rasa enggak ada," katanya lagi.

Tanpa meremehkan kekuatan negara peserta lain di cabang olahraga skateboard, Jepang dianggap sebagai lawan terberat Indonesia. Sanggoe sudah beberapa kali menghadapi Negeri Matahari Terbit, hasilnya pun beragam.

"Lawan-lawan dari ASEAN saja sudah jago-jago, tapi saya bisa lah. Cuma Jepang sih yang masih ragu. Saya sering lawan Jepang, kadang mereka yang di atas, kadang juga saya yang di bawah," jelas Sanggoe.

Keuntungan lain yang dimiliki Sanggoe yakni ia sudah menguasai venue skateboard di Palembang. Keputusan mengambil nomor street juga dirasanya sudah tepat.

"Saya sudah coba, lumayan menguasai sih, mirip-mirip seperti di sini. Lebih besar di sana, ada bowl-nya yang lebih besar, lalu street di sebelahnya," tukasnya.

"Kalau bowl itu arenanya seperti mangkuk, jadi skater itu nanti muter di dalamnya, tapi ngga sekadar muter aja, ada sejumlah trik lain juga, karena kan desainer bowl juga berbeda-beda dalam membuat bowl."

"Kalau street itu kaya ada besi, ada box, tangga, sampingnya ada besi turun. Kalau saya semuanya nyaman, karena bowl dan street dua-duanya saya main juga. Asian Games kan harus satu-satu, saya lebih ke street, tergantung pelatih juga," pungkasnya.

Video: Greysia/Apriyani Gagal Melaju ke Semifinal Kejuaraan Dunia
 



(KAU)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id