Asian Para Games 2018, Kesempatan untuk Kian Mengenal Atlet Difabel
Para volunteer diberikan pemahaman mengenai kesamaan hak antara kaum difabel dan non difabel (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Asian Para Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 6-13 Oktober. Ajang ini menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat, terutama para volunteer, untuk semakin mengenal kaum difabel. 

Kaum difabel merupakan manusia spesial yang memiliki potensi meraih prestasi di bidang olahraga di tengah keterbatasan. "Asian Para Games 2018 merupakan ajang yang sangat spesial karena atlet yang akan bertanding merupakan individu spesial yang berjuang meraih prestasi di tengah-tengah keterbatasan," kata Ahmad Mukhlis Yusuf, anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, pada acara Training on Trainer (ToT) kepada volunteer Asian Para Games di Jakarta.

Kegiatan Trainning of Trainer (ToT) kepada tenaga pendamping (volunteer) diselenggarakan pada 12-14 September 2018 di Hotel Swissbell Mangga Besar, Jakarta, dengan Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab kegiatan. Acara ToT dihadiri oleh 300 volunteer.


Mukhlis mengajak para volunteer untuk memahami kesamaan hak antara kaum difabel dan non difabel. "Dengan mengetahui kesamaan hak ini, saya berharap para volunteer dapat memberikan pelayanan yang baik sehingga para atlet dan penonton dari kaum difabel dapat dengan mudah mengakses berbagai fasilitas pada setiap venue pertandingan,” katanya.

Pemahaman yang holistik terhadap kaum difabel juga memiliki keterkaitan dengan gerakan revolusi mental. Sebagai volunteer, mereka harus memberikan pelayanan yang baik dan memahami hak-hak yang dimiliki kaum difabel. 

“Ini merupakan cerminan dari Gerakan Indonesia Melayani, salah satu dari lima Gerakan Revolusi Mental. Semangat melayani inilah yang harus didorong, dimiliki, dan diimplementasikan oleh para volunteer dalam Asian Para Games 2018,” kata Mukhlis.

Dalam kegiatan ToT ini, Mukhlis juga memaparkan mengenai internalisasi nilai-nilai revolusi mental yakni integritas, etos kerja, dan gotong-royong. “Internalisasi nilai-nilai revolusi mental di lakukan dengan mendorong diri sendiri dan masyarakat serta atlet yang terlibat dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018 untuk lebih tertib dalam mengantri, lebih menjaga kebersihan lingkungan, panitia dapat lebih melayani, dan bersatu menyukseskan penyelenggaraan,” ucap Mukhlis.

Selain itu, keberhasilan Indonesia dalam meraih prestasi dan penyelenggaraan Asian Games 2018 harus tetap dijaga dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018.

Pemerintah bersama INAPGOC (Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee) terus bekerja dan berkoordinasi untuk menyelenggarakan Asian Para Games dengan sukses. 



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id