Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: ALFREDO ESTRELLA / AFP)

Piala Dunia 2026

FIFA Pertimbangkan Aturan Baru Adu Penalti di Piala Dunia 2026

Alfa Mandalika • 24 Juni 2026 22:24
Ringkasnya gini..
  • FIFA dikabarkan mempertimbangkan perubahan aturan adu penalti pada Piala Dunia 2026 agar proses undian menjadi lebih sederhana.
  • Usulan tersebut bertujuan mengurangi kerugian psikologis bagi kapten tim dengan membatasi hasil dua kali undian koin.
  • Meski berpeluang diterapkan sebelum fase gugur, sejumlah penelitian menilai urutan penendang tidak memengaruhi hasil adu penalti.
Jakarta: FIFA dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan regulasi terkait pelaksanaan adu penalti di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Usulan tersebut berfokus pada mekanisme undian koin sebelum babak penentuan dimulai.
 
Berdasarkan regulasi yang berlaku saat ini, wasit harus melakukan lempar koin sebanyak dua kali. Undian pertama dilakukan untuk menentukan tim mana yang maju sebagai penendang awal, sedangkan undian kedua berfungsi untuk menentukan sisi gawang yang akan digunakan.
 
Melansir laporan dari The Times, otoritas tertinggi sepak bola tersebut telah menyodorkan draf revisi kepada badan perumus aturan sepak bola global agar prosesi penalti berjalan lebih efisien. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kerugian psikologis ganda bagi kapten tim yang kalah dalam kedua sesi undian tersebut.
 
"Satu usulan resmi telah diajukan agar kapten tim hanya diberikan hak memilih urutan menendang atau menentukan lokasi gawang saja, bukan memenangi keduanya," tulis laporan yang dikutip dari media Inggris, The Times.
 

Regulasi Baru Jelang Fase Gugur


Hingga saat ini, manajemen internal penyelenggara belum membeberkan alasan fundamental di balik urgensi perubahan aturan ini, terlebih perhelatan akbar di Amerika Utara tersebut sudah berjalan lebih dari satu minggu.

Meski demikian, momentum penerapan aturan baru ini dinilai masih aman lantaran babak adu penalti baru berpotensi terjadi pada fase gugur. Besar kemungkinan regulasi anyar ini disetujui dan diterbitkan secara resmi sesaat sebelum babak 32 besar bergulir.
 
"Otoritas penyelenggara memiliki posisi tawar kuat untuk mendesak pengesahan draf ini sebelum fase gugur dimulai," tambah laporan The Times.
 
Di sisi lain, wacana perombakan sistem undian ini dinilai sebagian pengamat minim urgensinya. Merujuk pada jurnal ilmiah bidang ekonomi dan psikologi yang ditulis oleh peneliti David Pipke, urutan penendang sebenarnya tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan.
 
Melalui observasi mendalam terhadap 7.000 sesi adu penalti dan total 74 ribu eksekusi tendangan, Pipke menyimpulkan bahwa secara statistik tidak ada bukti sahih yang menunjukkan tim penendang pertama memiliki keunggulan atau persentase kemenangan yang lebih tinggi.
 
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
 
(Ahmad Raul)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan