Presiden FIFA Gianni Infantino membantah pihaknya ambil keuntungan dari jeda minum Piala Dunia 2026. (Foto: ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden FIFA Gianni Infantino membantah pihaknya ambil keuntungan dari jeda minum Piala Dunia 2026. (Foto: ALFREDO ESTRELLA / AFP)

Piala Dunia 2026

FIFA Bantah Ambil Untung dari Jeda Minum Piala Dunia 2026

Kautsar Halim • 24 Juni 2026 11:20
Ringkasnya gini..
  • FIFA menegaskan bahwa hydration break Piala Dunia 2026 untuk melindungi pemain dari cuaca panas ekstrem.
  • Gianni Infantino menegaskan jeda tersebut tidak memberikan keuntungan finansial tambahan bagi FIFA.
  • Meski begitu, potensi nilai iklan selama jeda di AS diperkirakan mencapai ratusan juta dolar.
Jakarta: Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa pihaknya tidak mendapat keuntungan tambahan dari jeda minum atau hydration breaks di Piala Dunia 2026. Menurutnya, jeda minum itu murni diterapkan untuk alasan kesehatan dan sportivitas.
 
Seperti diketahui sebelumnya, jeda minum diberlakukan di setiap pertandingan Piala Dunia 2026 untuk membantu pemain menghadapi kondisi panas ekstrem Amerika Utara. Namun, kebijakan tersebut menuai beragam reaksi dari pemain, pelatih, hingga penonton di stadion.
 

Jeda Minum Diterapkan untuk Atasi Cuaca Ekstrem


FIFA memperkenalkan jeda minum berdurasi sekitar tiga menit di pertengahan babak pertama dan kedua dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi kondisi fisik pemain yang bertanding dalam cuaca panas di beberapa kota tuan rumah.
 
Sejumlah pertandingan memang dimainkan dalam kondisi suhu tinggi, meski ada juga laga yang digelar di stadion berpendingin udara atau beratap tertutup. Salah satunya laga Inggris vs Ghana yang berlangsung dalam kondisi lebih nyaman di Stadion Gillette.
 

Infantino: Semua Demi Kondisi yang Setara


Infantino menegaskan bahwa penerapan jeda minum dilakukan untuk menciptakan kondisi pertandingan yang setara bagi semua tim peserta. Ia menepis anggapan bahwa jeda tersebut berkaitan dengan kepentingan komersial atau penambahan pendapatan FIFA.

"Ini bukan masalah finansial bagi kami. Semua kesepakatan komersial sudah dibuat jauh sebelumnya. Ini murni persoalan olahraga," kata Infantino seperti dikutip dari BBC.
 

Pelatih Dapat Lakukan Instruksi Taktis


Selama jeda minum berlangsung, staf pelatih diperbolehkan memberikan instruksi taktis kepada pemain. Hal ini dinilai sebagai bagian penting dalam strategi pertandingan, terutama dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia yang berlangsung lebih dari satu bulan.
 
Menurut Infantino, kondisi cuaca dapat menciptakan ketimpangan dalam pertandingan tanpa adanya jeda di tiap babak.
 

Kontroversi di Lapangan dan Reaksi Penonton


Meski memiliki tujuan kesehatan, jeda minum tidak lepas dari kontroversi di lapangan. Sejumlah penonton di stadion bahkan kerap memberi siulan menyindir saat wasit menghentikan pertandingan untuk hydration break.
 
Di sisi lain, beberapa stasiun televisi di luar Inggris diketahui menayangkan iklan selama jeda berlangsung, sehingga memunculkan spekulasi terkait potensi keuntungan komersial.
 
Namun, FIFA menegaskan bahwa seluruh kontrak siaran dan iklan telah disepakati sebelum turnamen dimulai.
 

Potensi Nilai Komersial Besar di Amerika Serikat


Menurut sejumlah analis media, slot iklan berdurasi 30 detik untuk siaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat memiliki nilai sangat tinggi. 
 
Harganya diperkirakan berkisar antara USD200.000 hingga USD750 ribu, tergantung pertandingan yang bergulir, terutama untuk laga tuan rumah dan fase akhir turnamen.
 
Dengan adanya jeda minum di setiap pertandingan, potensi nilai iklan selama turnamen di AS disebut bisa mencapai lebih dari USD250 juta.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan