Mencari Cawapres
ILUSTRASI: Politik/Muhammad Rizal/Medcom.id
MESKI pun hak calon presiden untuk menetapkan wakilnya namun mungkin saja rakyat batal memilih sang calon presiden akibat tidak suka terhadap sang cawapres. Maka seorang capres harus sangat saksama dalam memilih cawapres agar rakyat memilih dirinya. Namun sungguh tidak mudah bagi sang capres untuk memilih cawapres yang tepat bagi dirinya akibat pertimbangan multi kompleks terkait politik, ekonomi, hukum, militer sampai generasi.

Politik
Apabila yang diutamakan adalah aspek politik maka tersedia beberapa pilihan yaitu beberapa tokoh partai politik yang sedang popular di masa kini. Sebenarnya Wapres Jusuf Kalla ideal sebagai cawapres masa bakti selanjutnya namun mengingat JK sudah dua kali menjadi wapres dua presiden yang beda mau pun faktor usia maka belum tentu JK bersedia. Maka tersedia beberapa pilihan potensial lainnya, misalnya Ketua Umum MPR RI, Zulkifli Hasan sebagai tokoh PAN yang telah terbukti gigih dalam berjuang menegakkan keadilan bagi rakyat. Atau Ketua Umum Parpol NasDem, Surya Paloh yang popular terdukung jaringan media massa Metro TV serta memiliki jam terbang di angkasa politik cukup mantap dan meyakinkan. Apabila dukungan parpol terbesar yang diharapkan maka cucu Presiden Pertama RI, Bung Karno, putri Presiden V RI, Megawati Soekarno Puteri serta kini Menko Kabinet Presiden VII, Jokowi yaitu Puan Maharani jelas merupakan pilihan yang tepat. Cendekiawan Islam pendiri PKS yang kini Wakil Ketua MPR dan Ketua MPR 2004-2009, Hidayat Nur Wahid juga layak dipertimbangkan sebagai cawapres pada pilpres 2019.


Ekonomi
Apabila yang diutamakan adalah aspek ekonomi maka yang dibutuhkan adalah seorang ekonom yang bukan berpihak pada kepentingan ekonomi apalagi bisnis kelompok tertentu namun benar-benar berpihak pada kepentingan ekonomi negara, bangsa dan rakyat Indonesia demi mengurangi kesenjangan sosial yang akhir-akhir ini makin melebar. Sejauh pengetahuan saya di masa kini, tokoh ekonom yang benar-benar memenuhi syarat tersebut adalah Dr. Rizal Ramli dengan kiprah keberpihakan ke wong cilik dalam membangun ekonomi Indonesia sudah terbukti sejak masa kepresidenan Gus Dur.

Hukum
Apabila yang diutamakan adalah aspek hukum  maka sebaiknya wakil presiden RI  2019-2014 adalah seorang penegak hukum yang benar-benar memahami makna hukum bukan terbatas  sekedar sebagai alat belaka namun meluas , mendalam serta meninggi pada keadilan sebagai tujuan utama penegakan hukum. Maka pilihan presiden mengenai cawapresnya seharusnya adalah Prof. DR. Mahfud MD dengan rekam jejak tak perlu diragukan lagi sebagai mahaguru ilmu hukum tata negara dan Ketua Mahkamah Konstitusi RI yang telah nyata konsisten dan konsekuen berupaya menghadirkan keadilan di persada Nusantara tercinta ini.

Militer
Apabila yang dibutuhkan adalah seorang putera terbaik Indonesia yang memiliki semangat kedispilinan militer tak terpatahkan serta mewarisi semangat adiluhur Jenderal Besar TNI, Soedirman yang meletakkan kepentingan negara, bangsa dan rakyat di atas segala-galanya, maka mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ideal sebagai cawapres masa bakti 2019-2024. Kedekatan Gatot Numantyo dengan umat Islam sebagai de facto mayoritas rakyat Indonesia juga merupakan suatu unsur positif untuk dipertimbangkan. Jenderal Purnawirawan Moeldoko alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik yang kedekatan dengan kaum petani makin dipermantap sebagai Ketua Umum HKTI juga potensial cawapres . Dan tentu saja ada Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan alumus Akabri 1970 dengan predikat terbaik sebagai tangan kanan sekaligus tangan kiri presiden Jokowi serta berpengalaman mendampingi presiden sejak zaman Presiden Gus Dur. Cawapres dari kepolisian adalah Jenderal Pol. Budi Gunawan yang kini menjadi Kepala BIN sementara Kapolri Jenderal Pol. Prof. Tito Karnavian memilih berkarya di dunia pendidikan.

Generasi
Apabila yang dicari adalah seorang wakil presiden demi mempermantap proses alih generasi kepemimpinan bangsa maka tokoh generasi muda yang sedang merakyat di kaum generasi zaman now adalah putera sulung Presiden VI RI, SBY yang muda, cerdas, dinamis, tampan serta telah membuktikan semangat  kenegarawanan pada Pilkada Jakarta 2017 yaitu Agus Harimurti Yudhoyono. Namun tentu saja segenap pandangan tersebut di atas sekadar merupakan pendapat subyektif saya pribadi yang tentu saja bak jauh panggang dari api dibanding seorang presiden yang tentu saja memiliki wawasan pandang jauh lebih luas dan bijak ketimbang seorang rakyat biasa seperti saya ini.[]



(SBH)