Jakarta: Pemerintah diminta mengatur harga tes polymerase chain reaction (PCR) mandiri. Biaya tes usap atau swab untuk mendeteksi virus korona (covid-19) ini harus dibuat murah.
"Jangan terlalu mahal," kata anggota Komisi IX Kurniasih Mufidayati kepada Medcom.id, Kamis, 1 Oktober 2020.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meyakini penurunan harga tes PCR membantu meningkatkan jumlah testing Indonesia. Pasalnya, tingkat pengujian Indonesia masih belum memenuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Semakin banyak tes sebenarnya semakin membantu pemerintah untuk 3T (testing, tracing, dan treatment)," ungkap dia.
Dia menyebutkan salah satu keengganan masyarakat menjalankan tes PCR yakni harganya yang mahal. Harga yang ditetapkan penyedia tes PCR berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per tes.
"(Harus murah) sehingga masyarakat menengah pun bisa beramai-ramai melakukan tes PCR. Tidak hanya orang mampu saja bisa tes PCR," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut harga tes usap diusulkan berkisar Rp439 ribu hingga Rp797 ribu. Angka ini berdasarkan estimasi harga dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Baca: BPKP Perkirakan Biaya Swab Test Rp439 Ribu Hingga Rp797 Ribu
Doni menuturkan harga Rp439 ribu dikhususkan untuk pasien yang bersifat kontraktual. Sementara itu, pasien mandiri dapat dikenakan harga hingga Rp797 ribu per sekali tes. Namun, Doni menekankan harga ini masih bisa berubah.
"Bisa dilakukan evaluasi lagi oleh tim Kementerian Kesehatan sehingga angka itu nanti tidak memberatkan akan tetapi juga tidak merugikan para pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium," ujar Doni, Senin, 28 September 2020.
Jakarta: Pemerintah diminta mengatur harga tes
polymerase chain reaction (PCR) mandiri. Biaya tes usap atau
swab untuk mendeteksi virus korona (
covid-19) ini harus dibuat murah.
"Jangan terlalu mahal," kata anggota Komisi IX Kurniasih Mufidayati kepada
Medcom.id, Kamis, 1 Oktober 2020.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meyakini penurunan harga tes PCR membantu meningkatkan jumlah
testing Indonesia. Pasalnya, tingkat pengujian Indonesia masih belum memenuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Semakin banyak tes sebenarnya semakin membantu pemerintah untuk 3T (
testing, tracing, dan
treatment)," ungkap dia.
Dia menyebutkan salah satu keengganan masyarakat menjalankan tes PCR yakni harganya yang mahal. Harga yang ditetapkan penyedia tes PCR berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per tes.
"(Harus murah) sehingga masyarakat menengah pun bisa beramai-ramai melakukan tes PCR. Tidak hanya orang mampu saja bisa tes PCR," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan
Covid-19 Doni Monardo menyebut harga tes usap diusulkan berkisar Rp439 ribu hingga Rp797 ribu. Angka ini berdasarkan estimasi harga dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Baca:
BPKP Perkirakan Biaya Swab Test Rp439 Ribu Hingga Rp797 Ribu
Doni menuturkan harga Rp439 ribu dikhususkan untuk pasien yang bersifat kontraktual. Sementara itu, pasien mandiri dapat dikenakan harga hingga Rp797 ribu per sekali tes. Namun, Doni menekankan harga ini masih bisa berubah.
"Bisa dilakukan evaluasi lagi oleh tim Kementerian Kesehatan sehingga angka itu nanti tidak memberatkan akan tetapi juga tidak merugikan para pengusaha yang bergerak di bidang jasa pemeriksaan laboratorium," ujar Doni, Senin, 28 September 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)