Rombongan mobil yang membawa Presiden Joko Widodo meninggalkan Kompleks Parlemen usai Sidang RAPBN di Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). ANT/Akbar Nugroho Gumay.
Rombongan mobil yang membawa Presiden Joko Widodo meninggalkan Kompleks Parlemen usai Sidang RAPBN di Senayan, Jakarta, Kamis (16/8). ANT/Akbar Nugroho Gumay.

Mobil Dinas Presiden Sudah Tua dan Sering Mogok

Nasional Mobil Dinas Menteri
Whisnu Mardiansyah • 22 Agustus 2019 16:32
Jakarta: Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut faktor usia menjadi alasan pemerintah mengganti mobil dinas Presiden, Wakil Presiden, dan menteri. Kendaraan dinas Presiden Joko Widodo juga sering mogok saat kunjungan ke daerah.
 
"Jadi ada umur sepuluh tahun, kalau sudah sepuluh tahun mungkin juga kalau diperbaiki sulit," kata Heru di Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Baca: Ungguli Keluarga Kalla, Ini Penawaran Harga Astra untuk Mobil Menteri

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru menyebut mobil Kepala Negara pernah mogok saat kunjungan kerja di Bali. Rombongan kepresidenan dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) harus mencari suku cadang mobil yang rusak.
 
"Saya bersama Paspampres berada di lokasi berusaha mencari pengganti," kata Heru.
 
Presiden Jokowi juga memiliki agenda harian yang padat. Kepala Negara harus bertolak pulang pergi dari Istana Kepresidenan Bogor menuju Istana Kepresidenan Jakarta setiap hari.
 
Ia pun menilai pengadaan mobil dinas anyar wajar dilakukan. Apalagi, beberapa fitur kendaraan yang digunakan Kepala Negara sempat rusak dan membuat tak nyaman.
 
"Misalnya berkali-kali power window-nya enggak jalan, pernah semua sound system mobil bunyi (sendiri), itu enggak nyaman," ungkapya.
 
Baca: Pengadaan Mobil Dinas Baru Menteri Jokowi Dikritik
 
Heru menilai kejadian serupa juga menimpa mobil para menteri. Beberapa menteri bahkan menggunakan mobil pribadi mereka untuk kegiatan sehari-hari.
 
"Beberapa menteri enggak pakai karena sering mogok, mesinnya panas dan lain-lain," pungkas dia.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif