Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyelidiki temuan kartu tanda penduduk (KTP) warga negara Indonesia (WNI) saat penggerebekan markas kelompok pemberontak Houthi di Provinsi Al Bayda, Yaman. Kartu identitas itu palsu.
"Saya enggak melihat fisik aslinya, hanya melihat datanya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2020.
Menurut dia, berdasarkan video yang beredar, KTP yang ditemukan atas nama Syamsul Hadi Anwar dengan nomor induk kependudukan (NIK) 351513241265002. Setelah diperiksa, NIK tersebut terdaftar atas nama Ridho Rahman Munanto yang beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Nah orang ini (Ridho Rahman Munanto) ada di Indonesia dan sekarang tinggal di Nganjuk," ungkap dia.
Zudan menjelaskan NIK Ridho sudah terekam di basis data Direktorat Jenderal Dukcapil semenjak 2006. Data itu diduga dipalsukan menjadi atas nama Syamsul pada 2008.
"Jadi kami simpulkan data yang ada dalam KTP yang ditemukan itu tidak sesuai dengan data yang ada di dalam database kependudukan," sebut dia.
Selain itu, dia menegaskan Ridho tidak terkait dengan Syamsul atau kelompok ISIS. NIK milik Ridho hanya disalahgunakan orang tak bertanggung jawab.
Baca: Waspada, Jaringan Teroris Internasional Tengah Gencar Cari Anggota
"Jadi NIK-nya Ridho dipakai untuk membuat KTP dengan nama itu, nama yang saya sebutkan tadi, Syamsul Hadi Anwar," ujar dia.
KTP WNI ditemukan saat penggerebekan markas kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Dalam video yang diunggah pemilik akun Twitter @Natsecjeff, KTP itu tertulis atas nama Syamsul Hadi Anwar. Selain KTP, otoritas setempat menemukan uang rupiah di rumah sasaran penggerebekan.
Selain itu, dia menegaskan Ridho tidak terkait dengan Syamsul atau kelompok ISIS. NIK milik Ridho hanya disalahgunakan orang tak bertanggung jawab.
Baca:
Waspada, Jaringan Teroris Internasional Tengah Gencar Cari Anggota
"Jadi NIK-nya Ridho dipakai untuk membuat KTP dengan nama itu, nama yang saya sebutkan tadi, Syamsul Hadi Anwar," ujar dia.
KTP WNI ditemukan saat penggerebekan markas kelompok
pemberontak Houthi di Yaman. Dalam video yang diunggah pemilik akun
Twitter @Natsecjeff, KTP itu tertulis atas nama Syamsul Hadi Anwar. Selain KTP, otoritas setempat menemukan uang rupiah di rumah sasaran penggerebekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)