Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

KTP WNI di Markas Pemberontak Yaman Palsu

Nasional terorisme e-ktp
Anggi Tondi Martaon • 01 September 2020 17:23
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyelidiki temuan kartu tanda penduduk (KTP) warga negara Indonesia (WNI) saat penggerebekan markas kelompok pemberontak Houthi di Provinsi Al Bayda, Yaman. Kartu identitas itu palsu.
 
"Saya enggak melihat fisik aslinya, hanya melihat datanya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Zudan Arif Fakrulloh di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 September 2020.
 
Menurut dia, berdasarkan video yang beredar, KTP yang ditemukan atas nama Syamsul Hadi Anwar dengan nomor induk kependudukan (NIK) 351513241265002. Setelah diperiksa, NIK tersebut terdaftar atas nama Ridho Rahman Munanto yang beralamat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah orang ini (Ridho Rahman Munanto) ada di Indonesia dan sekarang tinggal di Nganjuk," ungkap dia.
 
Zudan menjelaskan NIK Ridho sudah terekam di basis data Direktorat Jenderal Dukcapil semenjak 2006. Data itu diduga dipalsukan menjadi atas nama Syamsul pada 2008.
 
"Jadi kami simpulkan data yang ada dalam KTP yang ditemukan itu tidak sesuai dengan data yang ada di dalam database kependudukan," sebut dia.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif