Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arief Havas Oegroseno (tengah) memperkenalkan peta baru Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arief Havas Oegroseno (tengah) memperkenalkan peta baru Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

DPR Minta China Menghormati Sikap Indonesia

Nasional laut china selatan kedaulatan nkri
18 Juli 2017 14:01
medcom.id, Jakarta: DPR RI meminta Pemerintah China menghormati langkah Indonesia yang telah merilis peta resmi baru yang mengganti nama zona ekonomi eksklusif Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Penamaan itu merupakan hak pemilik wilayah.
 
"Adapun soal sengketa Laut China Selatan, prinsip Indonesia adalah berpegang teguh sesuai aturan internasional," kata Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar dalam keterangan tertulis, Selasa 18 Juli 2017.
 
Legislator asal Jawa Timur ini mengatakan pergantian nama beralasan karena pemerintah Indonesia tengah memutakhirkan peta geografis dan kontinen. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kedaulatan wilayah. Menurutnya, penamaan juga berguna untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang ada dan belum teroptimalkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah harus secara konsisten menerapkan langkah pemetaan ini berdasarkan kajian dan pertimbangan yang selama ini telah dirumuskan. Tidak boleh ada intervensi yang mengganggu," kata dia.
 
Rofi mendorong Pemerintah segera mendaftarkan peta terbaru ini ke International Hydrographic Organization (IHO). Secara simultan, kata dia, Pemerintah juga harus cepat memproses pendaftaran terhadap 1.106 pulau kecil Indonesia ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
 
"Sengketa kawasan dan wilayah akan senantiasa terjadi, terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap semua unsur yang mengganggu wilayah kedaulatan Indonesia," kata Rofi.
 
Baca: Peta Indonesia Diperbaharui
 
Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menjelaskan penamaan Laut Natuna Utara dilakukan agar sejalan dengan kegiatan pengelolaan migas yang dilakukan di wilayah tersebut. Selama ini, sejumlah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas telah menggunakan nama Natuna Utara dan Natuna Selatan atau North East Natuna dalam nama proyeknya.
 
"Jadi supaya ada satu kejelasan atau kesamaan antara landas kontinen dengan kolom air di atasnya. Tim nasional sepakat agar kolom air itu disebutkan sebagai Laut Natuna Utara," kata dia.
 
Baca: China Kritik Indonesia yang Ubah Nama LCS Jadi Laut Natuna Utara
 
Sesuai peta lama Indonesia edisi 1953, keterangan mengenai Laut China Selatan itu hampir mendekati wilayah Laut Jawa. Dengan begitu, ujung laut Jawa yang berbatasan dengan Selat Karimata itu pada 1953 masih dalam klasifikasi Laut China Selatan.
 
Atas penamaan ini, Kementerian Luar Negeri Cina lewat Juru Bicara Geng Shuan menyampaikan protes. Protes dilayangkan pada Jumat 14 Juli 2017 di Beijing.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif