Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest (tengah) - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest (tengah) - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Pemilihan Wagub DKI Dituding Gelap

Nasional Pengganti Sandiaga Uno
Theofilus Ifan Sucipto • 04 Juli 2019 16:29
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai proses pemilihan wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta tidak transparan. Ini berpotensi menimbulkan dampak buruk.
 
"Proses pemilihan sangat tidak transparan. Hal itu berpotensi melahirkan politik transaksional di belakang layar," kata Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Rian mengatakan PSI ingin memastikan kualitas demokrasi terjaga. Salah satunya, kata dia, dengan memastikan warga Jakarta tidak disodorkan 'kucing dalam karung.'

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai pemilihan wagub tidak transparan, hanya diputuskan segelintir elite partai saja," ujar Rian.
 
Dia mengkritisi lamanya proses pemilihan orang nomor dua di Ibu Kota itu. Pasalnya, posisi tersebut sangat strategis bagi terlaksananya pemerintahan yang efektif di Jakarta.
 
PSI, kata dia, mengusulkan agar calon wagub yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hal ini untuk melihat kualitas calon wagub yang diusung.
 
(Baca juga:Cawagub DKI Didenda Rp50 Miliar Jika Mundur)
 
Jika kedua partai enggan melakukan uji publik, lanjut Rian, PSI bersedia menjadi fasilitator. "PSI ingin memastikan publik dilibatkan dalam menentukan pemimpinnya," tutur Rian.
 
Dia berharap, jika warga Jakarta ikut menilai, mereka bisa mendengar lebih jelas tentang program dan gagasan calon wagub. Selain itu, publik bisa turut mengkritisi dan mengawal kinerja pemimpinnya.
 
Sementara itu, PKS terus mendorong proses pemilihan cawagub DKI Jakarta dikebut. Mereka meminta fraksi di DPRD DKI Jakarta segera mengirimkan wakil untuk menjadi pansus pemilihan wagub DKI. Pembentukan pansus kemudian bisa dilanjutkan sampai tahap pelantikan.
 
Hingga saat ini, ada dua nama yang diusung PKS untuk mengisi posisi wagub DKI. Mereka adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.
 
Belakangan, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menawarkan diri menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Hal itu ia kemukakan pada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat berkunjung ke kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat.
 
"Ya, Adhyaksa Dault tadi ke rumah saya. Pertama dia silaturahim. Yang kedua beliau ingin mencoba, maulah istilahnya mencalonkan (wagub)," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
(Baca juga:Peluang Adhyaksa untuk DKI 2 Tertutup)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif