Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno. ANT/Puspa Perwitasari.

Pemangkasan Eselon Demi Efektivitas Pengambilan Keputusan

Nasional pns pejabat eselon
Damar Iradat • 07 November 2019 20:03
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan pemangkasan eselon 3 dan eselon 4 tak berkaitan pengurangan pegawai. Pemangkasan sistem eselon itu demi efektivitas pengambilan keputusan.
 
Menurut Pratikno, pengurangan jabatan eselon merupakan program strategis Presiden Joko Widodo. Jokowi ingin rentang pengambilan keputusan diperpendek.
 
"Jadi kalau eselon 3-4 berkurang, rentang jadi pendek, sekaligus dibuka ruang selebar-lebarnya untuk jabatan fungsional," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Rektor UGM itu menjelaskan jabatan fungsional terdiri dari staf, pegawai, PNS, maupun P3K, yang ditugaskan sesuai komptensi dan keahlian. Pratikno menilai pengurangan jabatan eselon juga membuat pegawai berada di posisi sesuai keahlian mereka.
 
Langkah ini juga bagian penting dari reformasi birokrasi. Keputusan pun bisa diambil dengan cepat tanpa birokrasi yang rumit.
 
"Kemudian juga menempatkan staf sesuai kompetensinya. Kasian kan orang punya keahlian A, demi promosi ke jabatan struktural, dia harus keluar dari kompetensinya," papar dia.
 
Rencana perampingan jabatan eselon dalam tubuh kementerian ini muncul dalam pidato Joko Widodo usai dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024. Jokowi menjelaskan penyederhanaan birokrasi harus dilakukan besar-besaran.
 
Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Birokrasi yang panjang harus dipangkas. Hal itu dianggap penting agar memberikan stimulus positif terhadap perekonomian Indonesia di masa mendatang.
 
"Eselon harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi dua level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata Jokowi.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif