Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: DPR
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: DPR

Pembukaan Masa Sidang, Ketua DPR Soroti Hepatitis hingga Pemulihan Ekonomi Nasional

Juven Martua Sitompul • 17 Mei 2022 17:51
Jakarta: DPR membuka masa Persidangan V Tahun Sidang 2021–2022. Sejumlah hal yang menjadi perhatian khusus publik, dibahas pada masa sidang kali ini.
 
Pembukaan sidang diawali dengan ucapan selamat Idulfitri 1443 Hijriah bagi masyarakat. Termasuk, anggota dewan yang baru selesai menjalani reses sejak 15 April 2022.
 
“Menjadi kebahagiaan kita semua, dapat merayakan idulfitri bersama keluarga, sanak saudara, dan masyarakat di daerahnya masing-masing, setelah 2 tahun ini idulfitri dirayakan secara terbatas,” kata Ketua DPR Puan Maharani dalam pidatonya yang dibacakan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puan mengapresiasi kepada Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang telah bekerja maksimal gar perjalanan mudik idulfitri tahun ini berjalan baik. Menurut Puan, pelaksanaan mudik idulfitri dapat berjalan kondusif berkat gotong royong dan kerja bersama.
 
“Kerja bersama, gotong royong, yang telah kita lakukan memberikan dampak positif yang memperlihatkan kasus covid-19 yang terus mengalami tren penurunan, vaksinasi yang terus meningkat, dan kegiatan sosial serta ekonomi masyarakat mulai kembali pulih secara bertahap. Inilah kekuatan nasional kita, kebersamaan seluruh anak bangsa dan komponen bangsa, yang dipersatukan dalam semangat gotong royong menghadapi pandemi covid-19,” kata Puan.
 
Baca: DPR Bakal Panggil Mendagri Soal Pelantikan 5 Pj Kepala Daerah
 
Dengan perkembangan situasi pandemi covid-19 saat ini dan penanganan dampak yang semakin kondusif, DPR berharap pemulihan sosial dan ekonomi pada 2023 semakin membaik. Puan berharap ancaman pandemi covid-19 berkurang dan tetap diantisipasi.
 
“Masa Persidangan V, akan berisikan sejumlah agenda strategis, yaitu antara lain penuntasan pembahasan sejumlah RUU pada pembicaraan tingkat pertama, pembahasan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEMPPKF) untuk APBN Tahun Anggaran 2023,” kata dia.
 
Puan mengatakan perlunya pemerintah bersama DPR mengantisipasi kebijakan dan ketahanan fiskal pada 2022 untuk merespons perkembangan perekonomian global yang membenani keuangan negara. Dia menggarisbawahi pentingnya persiapan tahapan Pemilu 2024 yang sudah dimulai tahun ini.
 
“Tahun Anggaran 2023, merupakan APBN yang akan diselenggarakan dalam konsolidasi fiskal, di mana batas defisit kembali menjadi maksimum 3 persen dari PDB. Selama ini relaksasi defisit yang melebar digunakan untuk menanganai dampak pandemi covid-19,” kata Puan.
 
 
Halaman Selanjutnya
DPR dan pemerintah harus terus…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif