Kemenkominfo ajak masyarakat perangi kabar bohong atau hoax Foto:MTVN/Dheri
Kemenkominfo ajak masyarakat perangi kabar bohong atau hoax Foto:MTVN/Dheri

Badan Siber Nasional Digagas Sejak 2015

Dheri Agriesta • 08 Januari 2017 11:42
medcom.id, Jakarta: Pemerintah berencana membentuk Badan Siber Nasional untuk mengawasi aktivitas penyerangan siber yang mengancam Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan, Badan Siber Nasional sudah direncanakan sejak 2015.
 
"Badan Siber Nasional ini sebetulnya diproses sudah dari awal 2016, 2015 pun sudah mulai dibicarakan," kata Rudiantara di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017).
 
Baca: Deklarasi Masyarakat Antihoax untuk Konten Lebih Sehat

Pemerintah sedang menghadapi fenomena serangan berita hoax dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa kabar bohong yang disebarkan mendadak viral dan membuat masyarakat resah.
 
Sebut saja penyebaran berita tentang jumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok yang mencapai angka 10 juta orang. Padahal, tercatat tenaga kerja asing asal Tiongkok yang ada di Indonesia sekitar 20 ribu orang.
 
Baca: Media Massa Diminta Aktif Edukasi Masyarakat untuk Perangi Hoax
 
Meski begitu, Rudiantara membantah pembentukan Badan Siber Nasional dilatar belakangi oleh hal ini. Kata dia, tujuan pembentukan Badan Siber Nasional adalah menangkal kemungkinan serangan keamanan siber dari luar negeri. "Karena yang paling banyak utamanya itu malware," kata dia.
 
Rudi menambahkan, serangan malware yang diterima Indonesia terbilang tinggi dan berasal dari banyak negara. Hal ini yang membuat pemerintah berpikir untuk menggagas Badan Siber Nasional.
 
"Ini untuk nondefence, bukan untuk pertahanan karena untuk pertahanan itu karakteristik dan requirementnya berbeda," jelas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>