lustrasi eksekusi mati. Medcom.id/Rakhmat Riyandi.
lustrasi eksekusi mati. Medcom.id/Rakhmat Riyandi.

Nasib Eti dan Tuty di Ujung Tanduk

Nasional eksekusi mati wni perlindungan wni
Ilham wibowo • 21 Maret 2018 14:47
Jakarta: Nasib dua warga Indonesia (WNI), Tuty Tursilawati dan Eti binti Toyib, di ujung tanduk. Keduanya terancam dieksekusi mati di Arab Saudi.
 
Usaha pemerintah untuk menolong Tuty dan Eti terbentur jalan sulit. Musababnya, pemerintah tak mengikuti kasus keduanya sejak awal.
 
"Mirip kasus (Zaini Misrin), (nasib) mereka kita kategorikan kritis," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investigasi kasus Eti dan Tuty sudah berjalan sebelum 2005. Hal terebut menjadi kendala, sebab saat itu sistem perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) belum terbangun.
 
"Sistem perlindungan WNI di luar negeri dan TKI baru terbangun relatif dari 2011. Khususnya dalam tiga tahun terkahir ini kita melakukan peecepatan penguatan mekanisme perlindungan tersebut," ungkapnya.
 
Baca:Hukum Pancung Hak Konstitusional Arab
 
Menurut Iqbal, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan perlindungan terbaik bagi warga negaranya. Tim pengacara telah diberikan untuk pendampingan proses hukum yang masih berlanjut di tahap peninjauan kembali (PK).
 
"Ketika berada di luar negeri kita tunduk pada hukum setempat. Sebesar harapan kita bahwa orang lain akan menghormati hukum kita. Sebesar itu juga orang lain akan mengharapkan hukumnya dihormati. Jadi kita tidak bisa memberikan jaminan pada siapapun," ungkapnya.
 
Baca: DPR Segera Panggil Kemenlu Soal WNI Dieksekusi Mati Saudi
 
Nasib dua warga Jawa Barat ini diujung tanduk setelah pada tahun 2010 divonis bersalah atas kasus pembunuhan. Secara hukum di Arab Saudi, proses eksekusi bukan lagi ranah pemerintah. Eksekusi pun bakal tetap dilakukan bila tak ada pemaafan dari ahli waris.
 
"Kasus Eti sudah inkrah. Tapi kami sedang mencoba mengumpulkan novum baru untuk mengajukan peninjauan kembali (PK). Sedangkan Tuty kami sudah ajukan PK tapi belum mendapatkan jawaban," tandasnya.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif