Kekecewaan Bawaslu Soal Sikap Inkonsisten KPU Terhadap PSI
Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja. Foto: MI/Muhammad Irfan.
Jakarta: Anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja heran sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak konsisten kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal itu terkait dugaan pelanggaran kampanye PSI di media massa.

"Alasan utama polisi menghentikan kasus tersebut karena menurut KPU, PSI tidak melakukan kampanye di luar jadwal. Itu statement jelas yang ditekankan oleh polisi dipertemuan kami terakhir di pembahasan ketiga," kata Rahmat kepada Medcom.id, Minggu 3 Juni 2018.

Baca: Ombudsman Meneliti Laporan PSI soal Bawaslu


Menurut Rahmat, sikap KPU tidak selaras dengan pernyataan sebelumnya. Saat pemeriksaan anggota PSI, KPU tegas mengatakan PSI melakukan kampanye di luar jadwal. Namun, KPU justru menyalahkan sikap polisi yang berubah.

"Itu saja yang perlu dijawab KPU dan mengatakan pernyataan polisi berubah. Tidak ada yang berubah. Saya bukan anak kecil yang bisa diajarin teman-teman KPU," jelas Rahmat.

Bawaslu merasa diakali oleh KPU. Padahal, pernyataan KPU lah yang mendorong Bawaslu melaporkan PSI ke Bareskrim Mabes Polri.

"Karena jelas statement KPU mendorong kami melaporkan ke Bareskrim polri. Ini sudah ditangan polisi ya sudah. Selesai kasusnya," ungkap Rahmat.

Baca: Bawaslu akan Hadapi Laporan PSI

Rahmat tak ingin ke depannya dua lembaga pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pemilu ini tak berjalan beriringan. Harus ada persepsi dan komitmen yang sama menyelenggarakan pemilu yang jujur bersih dan adil.

"Pembelajaran buat kami dan KPU semoga kedepannya kita mempunyai persepsi yang sama dan tidak berubah ubah," pungkas Rahmat.

Sebelumnya, Bawaslu melaporkan Raja Juli Antoni dan Candra Wiguna ke Bareskrim Polri. Ketua Bawaslu Abhan menyakini PSI melakukan kampanye di luar jadwal.

Dua petinggi PSI tersebut diduga melanggar ketentuan Pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Abhan menyebut iklan PSI yang dimuat dalam Harian Jawa Pos edisi 23 April 2018 termasuk dalam kegiatan kampanye.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id