Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards (sekitar 55 meter) saat mendekati kapal nelayan China yang menangkap ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.
Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 pada jarak 60 yards (sekitar 55 meter) saat mendekati kapal nelayan China yang menangkap ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.

Edhy Prabowo Klaim Tak Ada Kapal Tiongkok di Natuna

Nasional Laut Natuna Utara
Damar Iradat • 14 Januari 2020 13:59
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebut belum ada kapal nelayan Tiongkok yang melaut di Perairan Natuna, Kepulauan Riau. Pemerintah baru menangkap tiga kapal asal Vietnam yang melaut di Natuna.
 
"Kalau ada (kapal nelayan Tiongkok) sudah kita tangkap. Kan enggak ada, yang kita sisir enggak ada kapal Tiongkok," kata Edhy usai menghadap Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Edhy membenarkan ada kapal coast guard milik Tiongkok di perairan Natuna. Ia mengeklaim kapal itu masuk dalam data Automatic Identification System (AIS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, setidaknya ada tiga kapal coast guard Tiongkok yang melintas di Natuna. Menurut dia, pemerintah menindak kapal yang tak terdata di dalam AIS.
 
Di sisi lain, menurut Edhy, selama ini tidak ada kapal milik Tiongkok yang mengeksploitasi laut Natuna. Ia pun mempertanyakan kabar yang ramai beredar.
 
"Kalau kita lihat nelayan Tiongkok yang eksploitasi kata orang itu di mana? Karena kita waktu nangkap tanggal 30 Desember itu yang kita temukan tiga kapal Vietnam. Kita mau tahu di mana, kasih tahu kita. Kalau ada yang melihat di peta tunjuk di mana, biar kita datangi," ujarnya.
 
Ia meminta publik tak asal melempar isu terkait ribuan kapal Tiongkok melintasi Natuna. Hal itu dinilai memperkeruh suasana.
 
"Kita enggak usah bermain. Kalau ada niat untuk menjaga laut kita, mari sama-sama kita jaga. Kasih masukkan, enggak usah berdebat di publik seolah-olah paling hebat. Kita kan warga negara Indonesia juga, kalau kita ingin berdaulat ini jadi PR kita bersama," jelasnya.
 
Hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok kembali memanas setelah sejumlah kapal nelayan dan kapal penjaga pantai Tiongkok masuk ke wilyaah ZEE Indonesia. Kapal asing itu kukuh menangkap ikan di perairan sekitar 130 mil dari Perairan Ranai, Natuna.
 
TNI telah mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli untuk pengamanan Perairan Natuna.
 
Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia. Tiongkok tidak memiliki hak apa pun atas perairan tersebut. Namun, Tiongkok secara sepihak mengklaim kawasan itu masuk ke wilayah mereka.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif