Jokowi: Pancasila Tak Bisa Digantikan Ideologi Impor

Yogi Bayu Aji 22 November 2018 23:28 WIB
presiden jokowi
Jokowi: Pancasila Tak Bisa Digantikan Ideologi Impor
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Menkopolhukam Wiranto (kanan) memberikan keterangan pers di Crisis Center Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/10). Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan Pancasila adalah harga mati. Semua pihak diminta menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"KIta harus berani menunjukan Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia dan tidak bisa digantikan ideologi lain, apalagi ideologi hasil impor," kata Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Kamis, 22 November 2018.

Dalam acara yang digelar Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu, Jokowi pun berpesan agar semua pihak menjaga persatuan dan kerukunan. Dua hal ini, kata dia, adalah aset tersebar bangsa. 


Kepala Negara juga meminta keluarga besar GP Ansor beristiqomah menjaga NKRI. Meraka juga diharap membimbing jemaah untuk berhijrah dari hal negatif ke hal positif.

Baca: Pancasila, Ideologi Bangsa yang Tak Bisa Ditawar

"Berhijrah dari sikap egois yang mau menang sendiri menjadi sikap peduli sesama. Hijrah dari sifat pendendam kepada sifat penuh kasih sayang, dari sifat pemarah ke sabar, hijrah dari yang senang kegaduhan ke yang penuh kerukunan," jelas dia. 

Jokowi menekankan kepentingan bangsa harus diutamakan. Semua pihak juga diharap terus bermunajat untuk kebaikan, kedamaian ksejehateraan, kemakmuran, seperti yang dilakukan para nabi dan pahlawan.

Baca: Jokowi Menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Pekalongan

"Dengan mengikuti jalan kemuliaan nabi, Insyallah bangsa kita yang besar akan terus bergerak maju. Maju dalam pekerjaan besar kita untuk menghadirkan keadilan sosial, untuk meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia), untuk menjadikan Indonesia sebagai negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tegas Jokowi. 





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id