Pancasila, Ideologi Bangsa yang Tak Bisa Ditawar

Achmad Zulfikar Fazli 11 November 2018 02:17 WIB
pancasila
Pancasila, Ideologi Bangsa yang Tak Bisa Ditawar
Pelatihan juru bicara Pancasila. Foto: Dokumen istimewa.
Palembang: Puluhan orang mengikuti pelatihan juru bicara Pancasila yang berlangsung di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Pelatihan ini dilakukan untuk membantu para peserta membaca kembali nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa. 

"Kita harus mempertahankan NKRI, dengan terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang tidak bisa ditawar lagi," ujar Yenny Roslaini, aktivis perempuan dari Women Crisis Group Palembang dalam sambutannya di Hotel Swarna Dwipa, Sabtu, 10 November 2018.

Peserta juru bicara Pancasila ini datang dari berbagai daerah di Sumsel. Mereka merepresentasi keragaman lembaga, suku, agama, dan profesi.


Supervisor Komunitas Bela Indonesia (KBI) Kalimantan Tengah, Elza Peldi Taher membeberkan hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA soal dukungan terhadap Pancasila. Dalam survei tersebut, selama 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus menurun. 

Pada 2005 dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2 persen. Pada 2018 menjadi 75,3 persen atau turun hampir 10 persen. 

Hal ini mendorong KBI ini untuk kembali menguatkan Pancasila sebagai dasar negara. Sehingga, Indonesia dengan keragamannya akan terus damai.

Baca juga: Upaya Meningkatkan Dukungan pada Pancasila

Hal menarik lainnya dalam pelatihan ini adalah materi-materi yang disajiakn, di antaranya materi media sosial. Materi itu sengaja dipersiapkan agar peserta mampu menguasai teknik memaksimalkan penggunaan media sosial, terutama untuk kampanye konten positif. 

Koordinator KBI Anick HT menjelaskan pelatihan ini sudah didesain dengan satu buku rujukan berjudul 'Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia'. Buku itu ditulis Denny JA dan tim. 

Di samping itu, jelas Anick, mereka menyiapkan seluruh materi, baik isu maupun kemampuan berupa slide power point hingga dalam bentuk serial video. Materi tersebut dapat dimanfaatkan khalayak yang hendak mengadakan pelatihan sejenis di manapun. 

"Program ini diorientasikan untuk menstimulasi kesadaran publik terhadap pentingnya ideologi pemersatu, common platform Indonesia, yang bernama Pancasila. Kesadaran ideologis semacam ini bukan hanya ranah pemerintah, tapi juga tugas kita semua sebagai anak bangsa yang tak ingin Indonesia menjadi seperti Yugoslavia atau Suriah," pungkas dia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id