Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus. Foto: MI/Rommy Pujianto
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Friedrich Paulus. Foto: MI/Rommy Pujianto

Mekanisme Pemilihan Ketum Golkar Masih Belum Final

Nasional partai golkar munas golkar
Fachri Audhia Hafiez • 28 November 2019 04:00
Jakarta: Rapat pleno Partai Golkar diwarnai silang pendapat mengenai mekanisme musyawarah nasional (Munas) yang digelar Desember 2019 mendatang. Perbedaan pendapat itu terkait pemilihan ketua umum (ketum).
 
"Ya saya katakan perbedaan itu karena bagaimana anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) itu dipahami. Namanya orang menjabarkan suatu klausal itu kan macam-macam ya," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
Lodewijk mengatakan, beberapa kader ada yang tidak memahami mekanisme AD/ART dalam proses pemilihan ketum partai beringin itu. Dalam mekanismenya, tidak ujuk-ujuk dilakukan pemilihan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan, terdapat tiga tahap dalam proses penentuan Ketum Partai Golkar. Penjaringan, pencalonan dan pemilihan.
 
"Padahal di AD/ART diatur, umpamanya bagaimana proses penjaringan ada ketentuan ya. Bagaimana pencalonannya ada ketentuannya. Jadi tahapan itu harus dilewati satu persatu baru loncat ke pemilihan," ujar Lodewijk.
 
Penjaringan ketum akan dimulai saat Munas dibuka. Saat itu pula para calon mendaftarkan diri untuk maju dalam bursa kursi nomor satu Golkar tersebut.
 
Salah satu agenda yang disorot dalam Munas Golkar ialah memilih ketum periode 2019-2024. Ketum petahana Airlangga Hartarto dipastikan maju kembali. Wakil Koordinator bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo juga mendeklarasikan diri maju.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif