Gerakan Massa Berkaus, Bentuk Demokrasi Mengkhawatirkan

Arga sumantri 04 Mei 2018 10:48 WIB
partai nasdem
Gerakan Massa Berkaus, Bentuk Demokrasi Mengkhawatirkan
Ketum NasDem Surya Paloh/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai gerakan massa berkaus sebagai bagian demokrasi. Namun, fenomena itu juga dipandang memberi dampak negatif.

"Dia (gerakan massa berkaus) bagian demokrasi yang berjalan, sekaligus mengkhawatirkan juga," kata Surya  Paloh di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018.

Surya mengatakan masalah muncul karena gerakan itu seolah menciptakan sekat di antara sesama anak bangsa. Itu pun bergerak ke arah negatif. Padahal, esensi demokrasi sejatinya harus bisa memberikan asas manfaat bagi nilai-nilai kebajikan dan kepentingan bangsa secara menyeluruh.


"Kepentingan yang lebih mengokohkan kita sebagai satu bangsa. Mendekatkan pada tujuan kebangsaan kita, esensi demokrasi kita butuhkan untuk itu," tegas Surya Paloh.

Baca: NasDem: Intimidasi Bukan Ciri Demokrasi

Menurut Surya, demokrasi menjadi tak berarti jika ujungnya merusak kebersamaan. Demokrasi juga akan tergerus nilainya jika hanya memecah belah, menghina, dan menghancurkan satu sama lain.

"Kita ini saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Demokrasi bukan tujuan, demokrasi hanya alat. Untuk apa alat ini merusak kita," sesal dia.

Insiden dua kelompok gerakan massa berkaus #2019GantiPresiden #DiaSibukKerja di car free day (CFD), Minggu 29 April, menjadi salah satu contoh. Ia  menilai insiden itu sebagai ekses atau peristiwa melampaui batas cita-cita demokrasi. Sayangnya, kata dia, banyak pihak, bahkan elite politik, seolah membiarkan lantaran dianggap sebagai hak dalam negara demokrasi.

"Tapi kita lupa mengantarkan kewajiban kita ini patut untuk menjaga solidaritas, kesantunan, dan perasaan orang lain di luar diri kita. Menurut saya, demokrasi seperti ini tidak memberikan manfaat. Maka harus ada penyadaran yang mampu diberikan siapa pun pada elite bangsa ini," jelas dia.

Baca: Surya Paloh Miris Fenomena Gerakan Massa Berkaus

Surya menegaskan tak ada yang salah dengan keinginan mengganti presiden. Lagipula, negara memberikan kedaulatan penuh kepada masyarakat menentukan pemimpinnya. Aspirasi itu bisa ditunjukkan saat Pemilihan Umum 2019.

"Itu hari kita bersama, hari demokrasi, hari di mana semua pemilih memiliki hak politik yang melekat pada dirinya, memilih dan dipilih. Kalau memang dia tidak sepakat dengan presidennya, atau lebih memilih presiden yang lain," ucap dia.

Baca: Pelaku Intimidasi Pasti Ditindak Tegas

Tagar yang dicetak pada kaus sudah menjadi tren beberapa waktu belakangan. Namun, isu itu menjadi besar ketika terjadi konflik antara massa berkaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di area CFD.

Massa berkaus #2019GantiPresiden kedapatan mengintimidasi kelompok yang mengenakan kaus berbeda. Intimidasi terekam dalam sebuah video yang kemudian viral. Kasus itu sudah dibawa ke ranah hukum dan saat ini dalam penyelidikan aparat.





(OJE)