Pelaku Intimidasi Pasti Ditindak Tegas
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (tengah)/MTVN/Lukman Diah Sari
Jakarta: Polri memastikan menindak tegas pelaku intimidasi di kawasan car free day (CFD) Jakarta. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat  Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan proses penyelidikan bakal dilakukan usai menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan.

Setyo menegaskan masyarakat perlu mengetahui batasan berekspresi agar kejadian tersebut tak kembali terulang.

"Polri tidak melarang adanya kelompok-kelompok yang menggunakan identitas tertentu, misalnya dengan menggunakan kaus tertentu, tidak ada larangan. Yang dilarang adalah upaya-upaya persekusi, intimidasi, dan upaya pemaksaan terhadap kelompok lain," tegas Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 April 2018.


Baca: PSI bakal Laporkan Intimidasi Massa #2019GantiPresiden ke Polisi

Namun, Polri perlu mengantongi laporan korban sebelum menyelidiki kasus tersebut. Beberapa saksi dan bukti kejadian tersebut perlu dicocokkan terlebih dahulu.

Sebuah video menunjukkan intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, sekelompok orang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja di area car free day.

Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.

Baca: Korban Intimidasi di CFD Diimbau Buat Laporan

Sejumlah orang  yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria tersebut sudah mengaku tak dibayar.

Video tersebut juga merekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan warga lain yang sama-sama mengenakan kaus #2019GantiPresiden.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id