Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Presiden Joko Widodo berjalan bersama seusai hadir dalam penutupan Kongres Ke-II Partai NasDem, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11) malam. Foto: MI/Susanto
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Presiden Joko Widodo berjalan bersama seusai hadir dalam penutupan Kongres Ke-II Partai NasDem, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11) malam. Foto: MI/Susanto

Jokowi Bersyukur NasDem Tetap Loyal

Nasional Kongres NasDem
Whisnu Mardiansyah • 11 November 2019 22:12
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengapresiasi konsistensi Partai NasDem mendukung selama dua periode pemerintahannya. Sebagai partai yang meraih suara signifikan di Pemilu 2019, NasDem tetap loyal.
 
"Saya sendiri ingin mensyukuri, konsistensi Partai NasDem mendukung Jokowi-JK dan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Jokowi dalam pidatonya saat HUT ke-8 Partai NasDem di Grand Theatre JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 11 September 2019.
 
Jokowi meminta kader Partai NasDem bersyukur atas pencapaian partai di Pemilu 2019. NasDem menjadi partai dengan pencapaian suara dan kursi yang signifikan pada Pemilu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Patut kita syukuri bersama, penambahan kursi terbanyak ada di Partai NasDem. Yang sering kita lupa untuk bersyukur 23 kursi (tambahan) terbanyak di antara partai-partai lain. Kedua tambahan pemilihnya juga nomor satu. 4,2 juta pemilih, Ini patut kita syukuri," terang Jokowi.
 
Di sisi lain, Jokowi meminta publik tak berspekulasi mengenai hubungannya dengan Partai NasDem renggang. Pernyataan Jokowi terkait pertemuan Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman sebagai partai non-pendukung pemerintahan.
 
"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu ini masalah kecemburuan. Karena memang saya tidak pernah dirangkul seerat itu," ucap Jokowi disambut tawa hadirin.
 
Jokowi percaya, pelukan Surya Paloh dan Sohibul Iman wujud implementasi komitmen kerukunan kebangsaan antarelite. Menurut dia, tidak ada yang perlu dipersoalkan dari pelukan tersebut.
 
"Kalau rangkulan itu untuk komitmen persaudaraan, kerukunan, persatuan saudara sebangsa dan setanah air, apa yang keliru? Itu bagus sekali, benar enggak," ujar Jokowi.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif