Wakil Ketua Steering Committee Kongres II Partai NasDem Sugeng Suparwoto (tengah) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Cindy
Wakil Ketua Steering Committee Kongres II Partai NasDem Sugeng Suparwoto (tengah) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Cindy

NasDem Bakal Terus Rajut Silaturahmi Kebangsaan

Nasional Kongres NasDem
Whisnu Mardiansyah • 11 November 2019 15:57
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berkomitmen terus merajut silaturahmi kebangsaan dalam lima tahun ke depan. Hal itu tertuang dalam hasil rekomendasi Kongres II Partai NasDem.
 
"Kita sadar sesadar-sadarnya sebagai sebuah bangsa kita terus-menerus memperbaharui daya kohesif, daya rekat kita sebagai bangsa," kata Wakil Ketua Steering Committee Kongres II Partai NasDem Sugeng Suparwoto saat jumpa pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Menurut dia, silaturahmi dan kerukunan antarsesama warga bangsa bisa dimulai dari para elite. Perbedaan dan pandangan sikap politik bukan penghalang silaturahmi bisa terjalin tanpa memandang partai di dalam maupun di luar pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apalagi partai politik yang dalam konstitusi undang-undang memiliki peran sangat strategis. Untuk itu maka parpol (partai politik) melakukan terus-menerus apa yang disebut silaturahmi kebangsaan," jelas Sugeng.
 
Silaturahmi kebangsaan yang dilakukan NasDem tidak dalam artian bermotif kepentingan politik. Semua dilakukan semata karena ada kepentingan bangsa yang lebih besar.
 
"Silaturahmi kebangsaan digarisbawahi tidak dalam rangka power sharing atau power block politic, semua adalah diartikan dalam kepentingan negara bangsa yang lebih luas," pungkas dia.
 
Sementara itu, dalam waktu dekat Surya Paloh bakal bertemu Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengamini rencana pertemuan itu. Namun, dia tak memerinci kapan pertemuan dilakukan.
 
Zulkifli menyebut pertemuan antara dua pimpinan partai yang berbeda koalisi ini sebatas silaturahmi politik. Dalam pertemuan itu, Zulkifli dan Surya Paloh akan membahas sejumlah isu terkini, seperti pembahasan undang-undang.
 
"KUHP mau dibahas lagi dengan UU Pertanahan, UU Agraria, yang menuai pro dan kontra tentu kita kan mesti menyamakan presepsi," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Zulkifli tak menutup kemungkinan akan membahas Pilkada 2020 dalam pertemuan itu. Pembahasan juga bisa melebar hingga persiapan Pilpres 2024. Ia menilai hal itu biasa dilakukan partai politik.
 
"Kan 2024 sebentar (lagi) sampai tuh enggak terasa, kan banyak yang dibicarakan, undang-undang juga," ungkap Wakil Ketua MPR itu.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif