Suasana focus group discussion berjudul 'Menakar Kinerja Kabinet Jokowi dan Kepala Daerah' di Metro TV, Jakarta Barat, Selasa, 28 Mei 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta.
Suasana focus group discussion berjudul 'Menakar Kinerja Kabinet Jokowi dan Kepala Daerah' di Metro TV, Jakarta Barat, Selasa, 28 Mei 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta.

Kinerja Sri Mulyani Dinilai Memuaskan

Nasional kabinet kerja
28 Mei 2019 19:10
Jakarta: Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Jayadi Hanan melihat kinerja beberapa menteri Kabinet Kerja cukup memuaskan. Salah satu yang paling disorot adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.
 
Jayadi mengatakan kinerja ekonomi pada tahun pertama pemerintahan kurang memuaskan. Namun, kinerja itu membaik saat Sri Mulyani mulai memegang kendali di Kementerian Keuangan.
 
"Nama seperti Sri Mulyani ini terkait kondisi ekonomi secara umum sangat stabil. Era tahun pertama ekonomi menurun, tapi kemudian setelah itu selalu stabil," kata Jayadi dalam focus group discussion berjudul 'Menakar Kinerja Kabinet Jokowi dan Kepala Daerah' di Metro TV, Jakarta Barat, Selasa, 28 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Sri Mulyani Sambut Positif Opini WTP Laporan Keuangan Pemerintah
 
Jayadi juga menyoroti kinerja Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menurut dia, Retno berhasil memperbaiki citra Indonesia di kancah internasional.
 
"Kita tahu Indonesia dipilih jadi pemimpin di Dewan Keamanan PBB, ada diplomasi batik, itu perlu diapresiasi," kata Jayadi.
 
Citra positif juga diperlihatkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. Jayadi menilai Jonan membawa rekor bagus saat menjabat sebagai Dirut Kereta Api Indonesia (KAI).
 
Saat itu, Jonan sukses mengubah budaya masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan kereta api. Kebijakan Jonan pun diacungi jempol banyak pihak.
 
"Kedua, beliau diberi kredit poin karena soal Freeport," kata dia.
 
Sosok kontroversial Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga dinilai populer di publik. Slogan 'tenggelamkan' milik Susi pun membekas di ingatan masyarakat.
 
"Bagi saya ada tiga kriteria menteri itu, teknokratis, diterima semua kalangan, dan diterima publik. Nah susi itu menonjol di sana (diterima publik)," jelas Jayadi.
 
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai kinerja menteri ekonomi tidak terlalu buruk. Hanya saja, ia menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai kurang memuaskan.
 
Kasus hukum yang menjerat petinggi BUMN mempengaruhi investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia pun berharap, kabinet berikutnya bisa diisi sosok profesional.
 
"Yang bisa berkomunikasi dengan dunia usaha dan investor. Di periode dua kita harapkan tidak ada kebijakan yang berubah-ubah, cukup evaluasi enam belas paket kebijakan ekonomi yang telah ada," kata dia.
 
Didukung SDM Mumpuni
 
Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri menilai sosok menteri harus didukung sumber daya manusia yang mumpuni di kementerian. Birokrasi kementerian dinilai punya peran penting untuk mendukung kinerja sang menteri.
 
"Kalau dirjen tidak punya kemampuan cukup dan kompetensi rendah, menteri tidak dapat apa-apa," kata Djohermansyah Djohan.
 
Djohan mengatakan menteri harus didukung birokrat yang memiliki jam terbang tinggi. Ia mencontohkan sejumlah birokrat karir yang berada di Kementerian Dalam Negeri.
 
Baca: Ma'ruf: Pembentukan Kabinet Sesuai Kebutuhan
 
Kata dia, kebanyak birokrat hanya meniti karir di kementerian. Mereka tak pernah ditugaskan ke daerah. Padahal, Kementerian Dalam Negeri mengurus hal yang bersifat lokal dan dituntut memahami kondisi daerah.
 
"Kinerja menteri tidak cukup integritas, kita tiga kali perombakan kabinet," kata Djohan.
 
Seorang menteri juga harus memiliki kemampuan manajerial, administrasi, dan komunikasi. Kemampuan teknis juga harus dimiliki beberapa menteri yang berada di posisi strategis.
 
"Kemampuan administrasi, bisa enggak efisien? kalau enggak bisa ya enggak usah," kata Djohan.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif