Presiden Joko Widodo/Antara
Presiden Joko Widodo/Antara

Diprediksi Pekan Ini, Berikut 3 Alasan Jokowi Rombak Kabinet

Nasional Jokowi Reshuffle Kabinet presiden joko widodo Bambang Brodjonegoro Kementerian Investasi
Sri Yanti Nainggolan • 14 April 2021 15:29
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak jajaran menteri (reshuffle) pekan ini. Ada tiga alasan kuat. 
 
"Bapak Presiden mesti melantik pejabat-pejabat baru. Selama masa kerja di Bina Graha saya tahu benar, bagaimana keputusan-keputusan yang diambil. Presiden tidak membutuhkan waktu lama, dalam pekan-pekan ini kita tunggu," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 14 April 2021.
 
Ngabalin menyebutkan ada tiga alasan Jokowi akan mengganti beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju. Berikut pertimbangan reshuffle:
 

1. Menristek Bambang Brodjonegoro sudah pamit

Ngabalin mengungkapkan bahwa Bambang Brodjonegoro sudah pamit alias meninggalkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Jokowi tengah segera mencari pengganti Bambang. 
 
Di satu sisi, Kemenristek akan dilebur ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Meski belum resmi digabung, Bambang sudah mundur dari jabatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara itu Kemenristek sendiri belum ke Kemendikbud," kata Ngabalin. 
 
Baca: Ngabalin Beberkan Alasan Kuat Jokowi Segera Merombak Kabinet
 

2. Peleburan Kemendikbud dan Kemenristek

Peleburan Kemenkbud dan Kemenristek juga menajadi alasan perlu adanya pergantian menteri. "(Alasan kedua) karena usulan penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud sudah disetujui DPR," tutur Ngabalin.
 

3. Ada kementerian baru

Pemerintah akan membentuk kementerian baru, Kementerian Investasi. Ngabalin mengatakan presiden segera melantik pejabat-pejabat baru.
 
Kuat dugaan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang akan menjadi Menteri Investasi. Sebab, Bahlil dianggap paling paham mengurus pemodalan. 
 
"Kementerian Investasi dan Kepala BKPM satu pintu itu nanti, dia menandatangani izin-izin apa segala macam, konsekuensi dari Undang-Undang Cipta Kerja," ujar Ngabalin. 
 
Baca: Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, Bagaimana Nasib Nadiem dan Bambrod?
 

Nadiem dan Bambrod tak ada kans

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai tak ada kans bagi Mendikbud Nadiem Makarim maupun Menristek Bambang Brodjonegoro (Bambrod) untuk memimpin Kemendikbud-Ristek. Keduanya akan kembali ke fitrah keilmuan masing-masing. 
 
"Nadiem memang sukses di Gojek, tapi pengalaman pendidikan dan riset tidak ada," kata Adi saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 14 April 2021. 
 
Bahkan, Nadiem tak bisa mengkloning teknologi Gojek untuk diaplikasikan di bidang pendidikan saat pandemi covid-19 ini. "Makanya, orang menduga pada reshuffle periode kedua ini, Kemendikbud diminta dievaluasi," lanjut dia. 
 
"Nadiem mengurus pendidikan saja tak kelihatan, apalagi riset. Saya kira, dia lebih bagus pada hal lain," simpul Adi. 
 
Setali tiga uang, Bambang juga dinilai kurang mumpuni menjadi Mendikbud-Ristek. Lebih baik dia berfokus pada urusan investasi, mengingat latar belakang Bambang yang pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2016-2019. 
 
"Kalau lihat fashion dan style yang dibutuhkan Kabinet Jokowi, saya kira Bambang (cocok) di Kementerian Investasi," kata Adi berasumsi. 
 
Latar belakang pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman Bambang memang menonjol di bidang ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode pertama Joko Widodo sebelum digantikan oleh Sri Mulyani. 
 
Sebelumnya, rapat Paripurna DPR RI pada Jumat, 9 April 2021, memutuskan bahwa Kemendikbud akan digabung dengan Kemenristek menjadi Kemendikbud-Ristek. Sebelumnya, Kemenristek merupakan satu kesatuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan nama Kemenristek/BRIN. Dengan adanya penggabungan ini, BRIN akan menjadi badan otonom.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif