Ketua MPR Minta Kemenag Cabut Rekomendasi Mubalig
Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan pidato kebangsaan dalam pembukaan Rakernas kedua Al Jamiyyatul Washliyyah, di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Jumat, 4 Juni. (Foto: MI/Furqon U Himawan).
Jakarta: Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta Kementerian Agama (Kemenag) segera mencabut rekomendasi mubalig. Kemudian, lanjutnya, Kemenag meminta maaf kepada ulama dan masyarakat atas penerbitan daftar 200 mubalig tersebut.

"Secepatnya tarik dan minta maaf," ujar Zulkifli saat acara buka bersama dengan ormas perempuan Islam Indonesia di rumah diansnya, Jalan Widya Chandra IV No.16, Selasa, 29 Mei 2018.

Baca juga: PPP Sesalkan Penerbitan Daftar Mubalig oleh Kemenag


Menurutnya, rekomendasi mubalig itu justru menciptakan politik belah bambu yang memicu kegaduhan. Padahal banyak persoalan yang seharusnya dikerjakan Kemenag secepatnya, seperti kasus penipuan biro umrah.

"Ratusan ribu orang terlantar, bertahun-tahun seperti ini. Ke mana Kemenag? Itu persoalan lebih penting yang harus diselesaikan, bukannya buat blunder baru" tandasnya.

Zulkifli pernah memberikan alasan kenapa Kemenag harus segera menarik rekomendasi nama-nama penceramah tersebut. "Pemerintah kita ini dikesankan tidak ramah kepada para ulama, umat Islam, dikesankan, tanda kutip," ujarnya.

?Baca juga: Rilis 200 Mubalig untuk Cegah Politisasi

Zulkifli kemudian menyampaikan bahwa Presiden sudah berusaha bekerja keras untuk menetralisasi prasangka tersebut. "Hampir seluruh pesantren Presiden datang, setiap ada acara Islam Presiden datang, di mana pun, bahkan saya beberapa kali menemani," ucapnya.

Namun, kata dia, yang dilakukan Kemenag justru menjungkirbalikkan kerja keras yang telah dilakukan Presiden selama ini.
(Edra Pramaskara)





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id