Sejumlah warga Natuna melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020). Foto: Antara/Cherman
Sejumlah warga Natuna melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020). Foto: Antara/Cherman

Upaya Pemerintah Menenangkan Warga Natuna

Nasional virus korona evakuasi wni
Arga sumantri • 03 Februari 2020 19:17
Jakarta: Kabar penyebaran wabah virus korona mengkhawatirkan warga seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia.
 
Keresahan warga Tanah Air terhadap Virus jenis Novel Coronavilus (nCoV) 2019 ini bukan tanpa sebab. Virus yang mulanya hanya merebak di Wuhan, sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok, kini menyebar ke sedikitnya 25 negara lain.
 
Pemerintah pun berupaya menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Hubei. Sebanyak 243 WNI sudah dievakuasi. Lima di antaranya merupakan tenaga advance yang diutus pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yang dievakuasi tak langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Namun, harus lebih dulu menjalani proses karantina di Natuna, Kepulauan Riau, selama 14 hari.
 
Keputusan ini bukan tanpa gejolak. Sejumlah warga Natuna sempat berunjuk rasa menolak wilayahnya jadi tempat observasi WNI yang dievakuasi dari Tiongkok. Pemerintah pun berupaya menenangkan.
 
Berikut upaya pemerintah menenangkan warga Natuna:

1. Seluruh WNI yang Dipulangkan Dipastikan Sehat

Presiden Joko Widodo menegaskan seluruh WNI yang dipulangkan dari Hubei, Tiongkok, tidak terpapar virus korona. Observasi di Natuna juga dipastikan sesuai protokol kesehatan internasional.
 
"Observasi sehingga betul-betul dinyatakan 'clean' (bersih), sehingga dapat kembali ke keluarga masing-masing. Itu protokol kesehatan yang harus diikuti," kata Jokowi di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

2. Karantina Dilakukan Terpisah

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihartono mengungkapkan proses karantina ratusan WNI dari Wuhan dipisahkan satu sama lain. Tujuannya, agar tidak saling tertular bila salah satu WNI terjangkit virus korona.
 
"Itu lah sebabnya kanalisasi kamar kita lakukan, semacam itu," ujar Anung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

3. Menyiapkan Fasilitas di Pusat Karantina

Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah fasilitas buat ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau. Fasilitas disiapkan agar mereka mempunyai kegiatan.
 
"Disiapkan alat olahraga dan alat kesenian dan didukung pelayanan yang sudah ada di sana," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihartono di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini

4. Lokasi Karantina Dijamin Aman

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjamin lokasi karantina di Natuna, Kepulauan Riau, aman. Kemenkes menilai potensi penyebaran virus dari udara juga minim.
 
"Jarak (lokasi karantina) diyakini cukup jauh. Sebagaimana yang kita ketahui, virus ini tidak terlalu kuat di udara," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihartono di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020.
 
Selengkapanya di sini

5. Menyiapkan Rumah Sakit Menangani Pasien Korona

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sekitar 100 rumah sakit mengantisipasi pasien terjangkit virus korona. Rumah sakit disebut berpengalaman menangani kasus flu burung pada 2007.
 
"Telah disiapkan untuk merawat pasien korona ke 100 rumah sakit rujukan flu burung," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Febuari 2020.
 
Selengkapnya di sini

6. Lokasi Karantina di Natuna Jauh dari Permukiman

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan lokasi observasi warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Tiongkok ke Natuna jauh dari permukiman penduduk. Warga diminta tidak khawatir.
 
"Di dalam pangkalan militer jadi warga di sini tidak perlu khawatir," kata Kepala BNPB Doni Monardo dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Selengkapnya di sini
 
Angka kematian akibat korona mencapai 362 orang dan total infeksi sebanyak 17.485 di seantero Negeri Tirai Bambu hingga Senin, 3 Februari 2020. Satu kematian akibat korona di luar Tiongkok, terjadi di Filipina.
 

 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif