KRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.
KRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.

Pemekaran Natuna Tak Jamin Perbaikan Kekuatan Wilayah

Nasional Laut Natuna Utara
Ilham Pratama Putra • 14 Januari 2020 09:46
Jakarta: Wacana pemekaran kabupaten Natuna dinilai tidak menjamin kekuatan pertahanan. Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut pertahanan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) tetap kewenangan pemerintah pusat.
 
"Urusan pertahanan itu kewenangan pusat. Enggak ada kaitannya dengan daerah otonomi baru," kata Khairul kepada Medcom.id, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Menurutnya wacana pemekaran ini berlebihan. Sebab tak ada hubungan pemekaran dengan peningkatan kekuatan pertahanan dan kemampuan pengawasan di kawasan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanpa pemekaran daerah sekalipun, peningkatan kekuatan dan kemampuan tetap bisa dilakukan. Zona rawan gangguan di Laut Natuna Utara itu pun bukan di daratan dan perairan teritorial," ungkapnya.
 
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengusulkan agar Kabupaten Natuna dan Anambas dijadikan provinsi khusus. Hal itu dinilai mendorong otoritas setempat lebih berwenang dan kuat dalam menjaga kedaulatan di Perairan Natuna, termasuk dari klaim Tiongkok.
 
"Pemerintah Kabupaten atau Kota tidak memiliki kewenangan terhadap perairan laut, sehingga tidak bisa berbuat banyak dalam menjaga dan mengelola wilayah perairan Natuna," kata Abdul dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Medcom.id, Sabtu 4 Januari 2020.
 
Menurut Abdul, pemerintah provinsi memiliki wewenang dan kemampuan menjaga serta mengelola wilayah pantai dan laut Natuna. Khususnya di perbatasan yang saat ini masuk kewenangan Provinsi Kepulauan Riau.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif