Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Pemesanan Hotel di Indonesia Diproyeksi Kembali Tumbuh pada September

Fatha Annisa • 29 Juni 2026 17:31
Ringkasnya gini..
  • SiteMinder memperkirakan pemesanan hotel di Indonesia akan kembali mengalami pertumbuhan pada September 2026.
  • Daya tahan industri perhotelan ditopang tingginya wisatawan internasional.
  • SiteMinder menilai hotel perlu memanfaatkan teknologi untuk memantau perubahan perilaku pasar.
Jakarta: Hotel-hotel di Indonesia diperkirakan akan kembali mengalami pertumbuhan pada September mendatang, setelah berturut-turut mengalami penurunan dari Juni Hingga Agustus pada tahun sebelumnya.
 
Menurut laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trends, pemesanan hotel untuk September diperkirakan tumbuh 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, pemesanan hotel sempat menurun pada Juni (-4,5%), Juli (-4,6%), dan Agustus (-5,8%), sehingga secara keseluruhan permintaan selama pertengahan tahun turun 3,9%.
 
Data tersebut diolah dari SiteMinder, platform teknologi untuk industri perhotelan dunia, yang memproses lebih dari 135 juta pemesanan hotel setiap tahunnya.
 
 
Baca juga:  SiteMinder Raih 6 Penghargaan di HotelTechAwards 2025
 

Wisatawan Internasional jadi Penopang

Meski mengalami perlambatan pada pertengahan tahun, industri perhotelan Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang kuat, terutama berkat tingginya minat wisatawan internasional.
 
Pada tahun ini, wisatawan asing menyumbang 94,1% dari total pemesanan hotel, meningkat dari 93,3% pada 2025. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga negara dengan proporsi wisatawan internasional tertinggi, setelah Singapura (97%) dan Thailand (96,6%).
 
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, harga kamar hotel juga ikut naik. Rata-rata wisatawan membayar US$226 per malam, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tarif tertinggi tercatat pada Juli yang mencapai US$241 per malam.
 
Wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama saat menginap, dengan rata-rata durasi 3,1 malam atau meningkat 3% dibandingkan tahun lalu. Durasi tersebut menjadi yang terpanjang di Asia, sejajar dengan Thailand.
 
 
Baca juga: AI Kian Populer, Wisatawan Indonesia Paling Mahir Pakai Teknologi Travel

 

Teknologi jadi Kunci Hadapi Perubahan Pasar

Fifin Prapmasari, Country Manager SiteMinder Indonesia, menilai perlambatan yang terjadi pada pertengahan tahun tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi industri perhotelan di Indonesia. Menurutnya, permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, diikuti kenaikan harga kamar dan durasi menginap.
 
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka. Artinya, periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Fifin mengatakan hotel perlu memahami perubahan perilaku pasar serta mengetahui dari mana permintaan berasal agar dapat mengambil keputusan dengan cepat. Ia menilai teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan karena mampu menyediakan informasi pasar secara real time.
 
“Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” pungkasnya.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>