Jakarta: PT Phapros Tbk (PEHA) terus mewujudkan komitmennya dalam menerapkan praktik berkelanjutan dalam seluruh proses operasional melalui 5 program unggulan, yaitu efisiensi energi dan air, penurunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3, serta pengelolaan sampah non-B3 melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle).
Salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia ini juga menganalisis dampak lingkungan atau life cycle assessment (LCA) dalam proses produksi untuk memastikan sepenuhnya taat, bahkan melampaui standar (beyond compliance).
Komitmen tersebut membawa PEHA berhasil meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup di Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta pada Selasa 7 April 2026.
“PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Bapak Hanif Faisol Nurofiq.
Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dalam mendukung target net zero emission 2060. Upaya ini diwujudkan melalui efisiensi energi, penurunan emisi, inovasi ramah lingkungan, hingga penggunaan energi bersih seperti panel surya, yang juga berdampak positif pada kinerja keuangan.
"Kami bangga dapat kembali meraih penghargaan PROPER Hijau sebagai wujud komitmen Phapros dalam menerapkan praktik berkelanjutan dan ramah terhadap lingkungan. Leadership menjadi faktor penting dalam memastikan operasional di Phapros selalu taat terhadap aspek lingkungan dan standar kepatuhan lingkungan sekaligus mewujudkan pertumbuhan kinerja perusahaan yang berkelanjutan," tegas Ida.
Dalam implementasinya, Phapros meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi melalui optimalisasi proses, teknologi, serta penggunaan energi bersih. Perseroan juga menjalankan 21 program pengurangan limbah B3 (17,62 ton) dan mengelola limbah non-B3 sebesar 121,31 ton melalui 17 program.
Sejumlah program unggulan turut dijalankan, seperti efisiensi chiller hemat energi, modernisasi boiler, penggunaan ulang syringe filter, pemanfaatan air limbah RO, serta reformulasi kemasan yang menekan sampah non-B3 hingga 6,73 ton.
Sepanjang 2025, Phapros mencatat 16 program efisiensi energi (33.824,80 GJ), 16 program penurunan emisi (3.442,74 ton CO2e), 21 program pengurangan limbah B3, 17 program 3R sampah, serta 13 program efisiensi air. Perusahaan juga aktif dalam program lingkungan masyarakat seperti “Terangi Bongsari”, penanaman pohon, dan pembangunan Rumah Kompos.
Dari sisi kinerja, Phapros mencatat pertumbuhan penjualan 26% dan laba 109% pada 2025, didukung efisiensi biaya produksi dan operasional. Dengan capaian ini, perusahaan optimistis menghadapi tantangan 2026.
Jakarta:
PT Phapros Tbk (PEHA) terus mewujudkan komitmennya dalam menerapkan praktik berkelanjutan dalam seluruh proses operasional melalui 5 program unggulan, yaitu efisiensi energi dan air, penurunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3, serta pengelolaan sampah non-B3 melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle).
Salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia ini juga menganalisis dampak lingkungan atau life cycle assessment (LCA) dalam proses produksi untuk memastikan sepenuhnya taat, bahkan melampaui standar (beyond compliance).
Komitmen tersebut membawa PEHA berhasil meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup di Sasono Langen Budoyo TMII Jakarta pada Selasa 7 April 2026.
“PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Bapak Hanif Faisol Nurofiq.
Ida Rahmi Kurniasih, Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dalam mendukung target net zero emission 2060. Upaya ini diwujudkan melalui efisiensi energi, penurunan emisi, inovasi ramah lingkungan, hingga penggunaan energi bersih seperti panel surya, yang juga berdampak positif pada kinerja keuangan.
"Kami bangga dapat kembali meraih penghargaan PROPER Hijau sebagai wujud komitmen Phapros dalam menerapkan praktik berkelanjutan dan ramah terhadap lingkungan. Leadership menjadi faktor penting dalam memastikan operasional di Phapros selalu taat terhadap aspek lingkungan dan standar kepatuhan lingkungan sekaligus mewujudkan pertumbuhan kinerja perusahaan yang berkelanjutan," tegas Ida.
Dalam implementasinya, Phapros meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi melalui optimalisasi proses, teknologi, serta penggunaan energi bersih. Perseroan juga menjalankan 21 program pengurangan limbah B3 (17,62 ton) dan mengelola limbah non-B3 sebesar 121,31 ton melalui 17 program.
Sejumlah program unggulan turut dijalankan, seperti efisiensi chiller hemat energi, modernisasi boiler, penggunaan ulang syringe filter, pemanfaatan air limbah RO, serta reformulasi kemasan yang menekan sampah non-B3 hingga 6,73 ton.
Sepanjang 2025, Phapros mencatat 16 program efisiensi energi (33.824,80 GJ), 16 program penurunan emisi (3.442,74 ton CO2e), 21 program pengurangan limbah B3, 17 program 3R sampah, serta 13 program efisiensi air. Perusahaan juga aktif dalam program lingkungan masyarakat seperti “Terangi Bongsari”, penanaman pohon, dan pembangunan Rumah Kompos.
Dari sisi kinerja, Phapros mencatat pertumbuhan penjualan 26% dan laba 109% pada 2025, didukung efisiensi biaya produksi dan operasional. Dengan capaian ini, perusahaan optimistis menghadapi tantangan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)