Seaworld Ancol bersama LIPI mengajak siswa melestarikan terumbu karang. Foto: Medcom.id/ Gervin Nathaniel
Seaworld Ancol bersama LIPI mengajak siswa melestarikan terumbu karang. Foto: Medcom.id/ Gervin Nathaniel

Seaworld Ancol dan LIPI Ajak Siswa Lestarikan Terumbu Karang

Nasional Taman Impian Jaya Ancol
Gervin Nathaniel Purba • 09 Mei 2018 10:47
Jakarta: Seaworld Ancol bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar serangkaian kegiatan edukasi pelestarian terumbu karang bertema Lautku Bersih, Terumbu Karangku Sehat.
 
Acara yang berlangsung di Seaworld Ancol, Jakarta Utara, Selasa, 8 Mei, itu digelar dalam rangka peringatan Hari Terumbu Karang Sedunia 2018.
 
Pemberian edukasi ini merupakan puncak kegiatan peringatan Hari Terumbu Karang Sedunia yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dengan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang bersama Seaworld Ancol, sejak 1 Mei 2018. Acara dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri atas 13 SD di Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah mengatakan acara edukasi ini bermanfaat bagi anak-anak agar memahami pentingnya peran karang bagi kelestarian lingkungan pada masa kini dan mendatang.
 
Pemberian edukasi tentang terumbu karang sejak dini dinilai penting. Sebab, saat ini kepedulian terhadap terumbu karang sangat minim. Banyak kerusakan pada area terumbu karang akibat perbuatan manusia. Salah satunya, akibat membuang sampah ke laut.
 
Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui program Inisiatif Segitiga Karang (Coremap-CTI) menunjukkan bahwa 68 persen terumbu karang Indonesia dalam kondisi cukup, dan jelek (tutupan karang kurang dari 50 persen). Bahkan, hasil penelitian akhir menunjukkan terjadi penutupan area terumbu karang di beberapa wilayah perairan Indonesia, seperti Banten, Jakarta, Jepara, dan Cilacap yang termasuk kategori demage (rusak).
 
Seaworld Ancol dan LIPI Ajak Siswa Lestarikan Terumbu Karang
 
Salah satu faktor kematian karang adalah eutrofikasi atau kelebihan nutrient dalam perairan yang utamanya disebabkan oleh banyaknya sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke laut. Untuk itu melalui pemberian edukasi ini anak-anak bisa memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang dalam menjaga keseimbangan ekosistem di laut.
 
"Kalau terumbu sampai rusak, maka jumlah ikan akan semakin habis. Oleh karena itu harus dijaga, jangan sampai rusak. Kalau ada yang buang sampah sembarangan ke laut, jangan segan-segan untuk ditegur," kata Dirhamsyah.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Paul Tehusijarana, menjelaskan bahwa Seaworld Ancol sebagai salah satu lembaga konservasi memiliki kewajiban untuk turut serta dalam pelestarian terumbu karang melalui kerja sama dengan LIPI.
 
Melalui acara ini Seaworld Ancol mengajak seluruh masyarakat melihat potensi besar yang dimiliki terumbu karang.
 
Seaworld Ancol dan LIPI Ajak Siswa Lestarikan Terumbu Karang
 
Di sisi lain, Paul mengapresiasi acara puncak dari rangkaian kegiatan LIPI. Menurutnya, pemberian edukasi ini sejalan dengan visi Seaworld Ancol yang selalu mengedepankan nilai-nilai edukasi tentang pengenalan biota laut serta konservasi.
 
"Sinergi ini memberikan manfaat kepada masyarakat, bahwa masyarakat semakin peduli akan kekayaan laut yang kita miliki," kata Paul.
 
Seaworld Ancol dan LIPI Ajak Siswa Lestarikan Terumbu Karang
 
Peringatan Hari Terumbu Karang Sedunia di Seaworld Ancol berisi beragam kegiatan menarik, yaitu talk show untuk mahasiswa dan masyarakat bertema Terumbu Karang dan Ancamannya, Jual Sampah, dan Terumbu Karang sebagai Arsip Alam. Ada pula dongeng dan lomba menggambar yang melibatkan 250 siswa SD.
 

(ROS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif