Ilustrasi. Komnas HAM menemukan fakta kasus penembakan yang berujung kematian Pendeta Yeremia tidak berdiri sendiri..Medcom.id
Ilustrasi. Komnas HAM menemukan fakta kasus penembakan yang berujung kematian Pendeta Yeremia tidak berdiri sendiri..Medcom.id

Komnas HAM: Kematian Pendeta di Intan Jaya Rentetan Peristiwa

Nasional penembakan papua komnas ham kelompok bersenjata di papua
Anggi Tondi Martaon • 17 Oktober 2020 22:11
Jakarta: Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) merilis hasil penyelidikan kasus kematian Pendeta Yeremia Zanambani di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua. Komnas HAM menemukan fakta kasus kematian Pendeta Yeremia tidak berdiri sendiri.
 
"Terdapat rentetan peristiwa lain yang terjadi sebelumnya," tulis keterangan resmi Komnas HAM yang diterbitkan, Sabtu, 17 Oktober 2020.
 
Temuan tim Komnas HAM ini disampaikan setelah melakukan pemantauan dan penyelidikan di kejadian perkara (TKP). Komnas HAM mengumpulkan beberapa keterangan saksi, bukti, dan informasi pendukung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data yang diperoleh akan diolah oleh Komnas HAM untuk membuat kesimpulan. Data tersebut juga akan diuji dengan keterangan ahli.
 
Baca: Mahfud MD Bentuk TGPF Penembakan di Intan Jaya
 
Selain itu, Tim Komnas HAM mendapatkan permintaan dari keluarga korban yang ingin diajak dalam proses autopsi. Permintaan itu diamini oleh Komnas HAM sebagai bagian dari prasyarat autopsi.
 
Selain peristiwa kematian pendeta Yeremia, tim Komnas HAM mendapatkan pengaduan langsung dari masyarakat di Kampung Bomba. Di antaranya, masyarakat keberatan gedung sekolah yang dijadikan pos persiapan Koramil Hitadipa.
 
Pendeta juga meminta agar negara mengutamakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Bukan melalui pendekatan keamanan.
 
Baca: Komnas HAM Tidak Dilibatkan TGPF Kasus Intan Jaya
 
Penembakan terhadap pendeta Yeremia terjadi di distrik Hitadipa pada Sabtu, 19 Agustus 2020 sekitar pukul 17.30 WIT. Yeremia tewas akibat luka tembakan
 
Selain penembakan, diduga terjadi pengancaman dan pengusiran secara paksa terhdap beberapa pendeta di Hitadipa sejak Jumat, 18 September dan Sabtu, 19 Desember 2020. Warga menduga pelaku pengancaman adalah anggota TNI.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif